Ribuan Calon Jemaah Haji Sragen Jalani Vaksinasi-Pemeriksaan Tahap Kedua

  • 08 Apr 2026 16:18 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mulai memperketat kesiapan kesehatan bagi ribuan calon jemaah haji tahun keberangkatan 2026. Bertempat di RSUD Sragen, para calon tamu Allah kini tengah menjalani rangkaian vaksinasi wajib serta pemeriksaan kesehatan tahap kedua sebagai syarat mutlak pemberangkatan.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Sragen, dr. Sri Subekti, menjelaskan bahwa proses pemeriksaan medis saat ini memasuki fase krusial untuk menentukan kelayakan jemaah.

"Saat ini memasuki pemeriksaan tahap kedua yang dijadwalkan pada 6 hingga 9 April 2026. Sebelumnya, tahap pertama sudah dilakukan pada November 2025 untuk menentukan status istithaah (kemampuan) kesehatan jemaah," ujar dr. Sri Subekti saat ditemui di lokasi, Rabu 8 April.

Sesuai regulasi dari Kerajaan Arab Saudi, terdapat tiga jenis vaksin yang wajib dipenuhi oleh jemaah haji Indonesia, yakni Meningitis, Polio, dan Covid-19. Khusus untuk vaksin polio, penyuntikan minimal harus dilakukan 14 hari sebelum jadwal keberangkatan.

Selain vaksin wajib, Dinkes Sragen juga sangat menganjurkan jemaah untuk mengambil vaksin Influenza.

"Vaksin influenza memang tidak diwajibkan, tetapi kami sangat menganjurkan agar jemaah memiliki proteksi lebih. Harapannya, jika nanti terpapar influenza di tanah suci, gejalanya tidak akan parah dan tidak mengganggu ibadah," kata dr. Subekti menambahkan.

Proses Seleksi Kesehatan

Pemeriksaan tahap kedua ini merupakan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan di puskesmas. Jemaah yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) sebelumnya telah dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Hasil rujukan tersebut kini dikelola kembali dalam pemeriksaan ulang di tahap kedua ini.

Hingga saat ini, tercatat sekitar 1.139 jemaah yang diharapkan dapat diberangkatkan. Secara total, pemeriksaan telah dilakukan kepada 1.284 orang, di mana status istithaah menjadi kunci utama untuk melakukan pelunasan biaya haji.

"Kami ingin memastikan jemaah haji asal Sragen benar-benar lolos kesehatan sehingga saat sampai di Asrama Haji Donohudan tidak dipulangkan kembali karena kendala medis," ujarnya.

Salah satu calon jemaah, Sunardi (64) asal Gemolong, mengaku lega setelah menjalani vaksinasi meningitis dan influenza. Pria yang telah menunggu antrean selama 13 tahun ini merasa tidak khawatir dengan prosedur medis maupun situasi geopolitik di Timur Tengah.

"Tidak sakit, kan sudah terbiasa saat vaksin Covid dulu. Persiapan pribadi sudah matang, termasuk manasik yang sudah saya ikuti sebanyak 26 kali. Masalah ada perang atau tidak, saya bismillah saja, yang penting siap berangkat bersama istri," kata Sunardi mantap.

Dengan rampungnya pemeriksaan tahap kedua ini, para jemaah diharapkan terus menjaga kondisi fisik hingga jadwal pemberangkatan tiba agar seluruh rangkaian ibadah di tanah suci dapat berjalan lancar. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....