Teduhnya May Day di Sragen, Buruh dan Pengusaha Bertukar Senyum lewat Aksi Sosial

  • 07 Mei 2026 22:01 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Pemandangan berbeda tersaji dalam peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) 2026 di Kabupaten Sragen. Alih-alih dipenuhi orasi yang membakar semangat di tengah kepulan asap ban terbakar, suasana justru tampak sejuk dan penuh kekeluargaan.

Tak ada ketegangan, yang ada hanyalah antrean panjang para pekerja yang siap menyingsingkan lengan baju untuk mendonorkan darah mereka. Aksi mereka pun mendapatkan dukungan dari Pemerintah Daerah.

Mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, Pemerintah Kabupaten Sragen berhasil mengubah stigma Hari Buruh yang identik dengan demonstrasi menjadi sebuah perayaan kemanusiaan.

Pusat kegiatan yang dipenuhi ratusan pekerja dari berbagai sektor ini menjadi bukti bahwa tuntutan kesejahteraan tidak selamanya harus disuarakan dengan kepalan tangan di jalanan. Di salah satu sudut ruangan, terlihat perwakilan pekerja bersenda gurau dengan manajemen perusahaan sembari menunggu giliran donor darah.

PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), produsen bata ringan Blesscon, menjadi salah satu elemen industri yang hadir memberikan dukungan penuh. Bagi mereka, kehadiran di tengah para pekerja bukan sekadar seremoni, melainkan upaya mempererat ikatan emosional.

“Melalui momentum Hari Buruh ini, kami berharap perusahaan dapat terus menjaga dan memenuhi hak-hak pekerja. Kami ingin tumbuh secara bisnis, tapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh karyawan,” ujar Roni Tri Cahyono, Manager HRD Blesscon, Selasa 5 Mei lalu.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyerahkan door prize hadiah hadir kepada perwakilan buruh yang beruntung dalam peringatan Hari Buruh Internasional May Day. (Foto: RRI/Mulato Ishaan)

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, yang hadir langsung di tengah-tengah massa buruh, menekankan bahwa harmonisasi antara pemberi kerja dan pekerja adalah kunci penggerak ekonomi daerah. Ia menegaskan bahwa hak-hak pekerja adalah hal yang tidak bisa ditawar.

“Pekerja memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Hak-hak mereka harus dipenuhi dengan baik agar kesejahteraan meningkat seiring kemajuan industri,” ucap Bupati dalam sambutannya.

Kehadiran pemerintah sebagai jembatan (mediator) dalam kegiatan ini memberikan rasa aman bagi para buruh. Mereka merasa didengarkan tanpa harus berteriak, dan diapresiasi tanpa harus berkonfrontasi.

Aksi sosial seperti donor darah ini menjadi simbol bahwa "darah" atau energi yang diberikan buruh untuk industri sudah selayaknya berbalas dengan kepedulian yang nyata. Sinergi antara pemerintah, pelaku industri seperti BLES, dan serikat pekerja di Sragen diharapkan menjadi role model bagi daerah lain.

Peringatan May Day 2026 di Sragen akhirnya ditutup bukan dengan sisa sampah demonstrasi, melainkan dengan kantong-kantong darah yang siap menyelamatkan nyawa sesama. Sebuah pesan kuat dikirimkan dari Bumi Sukowati, bahwa kesejahteraan dan kemajuan industri bisa dicapai dengan duduk bersama, berkolaborasi, dan saling peduli. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....