Peringati May Day di Balai Kota, Pemkot Solo Desak Pengusaha Berikan Hak Layak Buruh
- 01 Mei 2026 10:24 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Ratusan buruh dari berbagai elemen organisasi di Kota Surakarta memadati Pendhapi Gede Balaikota Surakarta untuk memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day, Jumat, 1 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan ini diawali dengan senam bersama antara pekerja dan jajaran Pemerintah Kota Surakarta.
Peringatan tahun ini sengaja dikemas dengan pendekatan yang lebih humanis, di mana para buruh dapat berdialog langsung mengenai kondisi kerja mereka di lapangan. Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran buruh sebagai penggerak ekonomi dari lapisan bawah atau bottom up.
"Saya mohon dengan sangat bagi pelaku usaha yang sudah stabil ekonominya, sudah baik, saya mohon bisa berbagi untuk dengan memberikan jaminan dan memberikan hak-hak pekerja dengan layak," ujar Respati Ardi di hadapan ratusan buruh.
Respati menambahkan bahwa pemenuhan hak pekerja bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan investasi jangka panjang bagi stabilitas ekonomi kota. Menurutnya, konsumsi dari para pekerja inilah yang nantinya akan kembali mendongkrak daya beli dan pertumbuhan ekonomi daerah ke depan.
Sementara itu, Ketua DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Surakarta, Muhammad Sholahuddin, memberikan apresiasi atas ruang dialog yang diberikan oleh Pemerintah Kota. Namun, ia mengingatkan bahwa masih banyak tantangan besar yang dihadapi kaum buruh, terutama terkait perlindungan kerja bagi perempuan dan sektor padat karya.
"Selain masalah upah, maraknya kekerasan di dunia kerja dan kekerasan seksual kepada pekerja perempuan di industri padat karya itu banyak terjadi. Kami menuntut pengawas ketenagakerjaan untuk lebih mengetatkan lagi tentang pengawasan di lapangan," tegas Muhammad Sholahuddin.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pembagian doorprize menarik sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap dedikasi para pekerja di Solo. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta hubungan industrial yang lebih harmonis dan bermartabat antara pemerintah, pengusaha, dan buruh. (Ryan Assyidiqi/MI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....