Aria Bima Usulkan Strategi Menekan Pengeluaran Pekerja Terutama Buruh
- 03 Mei 2026 13:27 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Ketua DPC PDIP Solo, Aria Bima dalam diskusi Hari Buruh di Pasar Legi melahirkan gagasan mengenai pentingnya menekan beban pengeluaran rumah tangga pekerja di tengah krisis global. Strategi ini dianggap lebih realistis untuk menjaga daya beli buruh dibandingkan hanya mengandalkan tuntutan kenaikan upah.
Pemerintah daerah diminta untuk mulai mengintervensi variabel biaya hidup dasar seperti pendidikan, kesehatan, hingga akses pangan murah. Usulan ini mengemuka dalam diskusi peringatan Hari Buruh yang digelar di Pasar Legi Solo.
Anggota DPR RI tersebut menjelaskan bahwa di beberapa negara maju, kesejahteraan buruh tetap terjaga meski upahnya tidak terlalu tinggi karena biaya hidup ditanggung negara. Skema ini dinilai mampu mengurangi potensi inflasi akibat kenaikan pendapatan yang tidak terkendali.
"Kalau enggak bisa menaikkan upah buruh tidak bisa meningkatkan pendapatannya, ya kurangi pengeluarannya dong. Pengeluaran buruh kan cetha; tempat tinggal, makan, kesehatan, pendidikan," kata Aria Bima, Minggu, 3 Mei 2026.
Selain kebutuhan dasar, jaminan fasilitas rekreasi bagi keluarga buruh juga disinggung sebagai bagian dari pemenuhan kesehatan mental. Perusahaan dan negara diharapkan dapat berkolaborasi untuk mengurus kebutuhan gaya hidup pekerja secara lebih terorganisir.
"Maksud saya sebaiknya pemerintah daerah kalau tidak bisa menaikkan upah-upah minimum regional, mari kita lihat sekolahnya. Dipastikan kalau sakit tidak takut karena takut bayar rumah sakitnya," ujar Aria Bima menambahkan.
Dalam forum tersebut juga terungkap kemajuan proses pembayaran pesangon bagi ribuan eks-buruh pabrik tekstil yang sempat tertunda di wilayah Solo Raya. Kepastian penyelesaian hak para pekerja tersebut ditargetkan dapat rampung sepenuhnya pada tahun 2026 mendatang. (Ryan Assyidiqi/MI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....