Berbau Solar, Warga Tanon Sragen Kembalikan Puluhan Liter Minyakita
- 28 Jun 2026 07:21 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN - Sejumlah warga di Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen ramai-ramai mengembalikan bantuan sosial berupa minyak goreng subsidi merek Minyakita dari pemerintah. Pasalnya, minyak goreng tersebut mengeluarkan aroma tak sedap yang diduga kuat mirip dengan bau bahan bakar minyak jenis solar atau minyak tanah.
Keluhan tersebut salah satunya datang dari warga Dukuh Karang, Desa Gading, Kecamatan Tanon. Selain berbau menyengat, tekstur minyak goreng tersebut dilaporkan tampak lebih keruh dibanding minyak goreng pada umumnya, serta menimbulkan efek samping bagi kesehatan setelah dikonsumsi.
| Baca juga: Bulog Solo Raya Pastikan Cadangan Beras Aman |
Seorang warga Dukuh Karang RT 03, Miyatun (40) menuturkan, dirinya menerima bantuan tersebut berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng yang diambil di Balai Desa Gading beberapa waktu lalu. Namun, ia terkejut saat menggunakan minyak tersebut untuk memasak.
"Minyak gorengnya bau kayak solar. Terus kalau dipakai buat goreng tahu rasanya tidak enak, apek, hasil gorengannya juga pahit. Di tenggorokan langsung terasa serak dan bikin batuk," ujar Miyatun kepada awak media, Sabtu 27 Juni 2026.
Kondisi serupa juga dialami oleh belasan warga lainnya di Desa Gading, seperti Painem, Sukinah, Suparmi, Karinah, Tutik Kasno, hingga Mbah Dirjo. Keluhan ini pun mulai ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu kekhawatiran meluas di tengah masyarakat.
Tidak hanya di Desa Gading, warga di Desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, juga melaporkan temuan yang sama. Hartono, warga Dukuh Grigit RT 18, Desa Karangtalun, mengaku prihatin atas kualitas bantuan yang dinilai dapat membahayakan kesehatan masyarakat miskin.
"Baunya mirip solar atau minyak tanah. Kalau buat goreng tempe sangat terasa dan tidak nyaman di tenggorokan. Tuntutan kami, pemerintah jangan mengabaikan kesehatan masyarakat. Mohon segera ditindaklanjuti dan diganti dengan minyak yang baru dan aman," ucap Hartono.
| Baca juga: DKPP Klaten Pantau Kasus Minyak Berbau |
Menanggapi gejolak di masyarakat, Camat Tanon, Rinaldhy Arief Wicaksono, saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon membenarkan adanya laporan terkait kualitas bantuan minyak goreng tersebut. Menurutnya, laporan awal justru muncul dari desa lain sebelum akhirnya meluas.
"Awalnya laporan masuk dari Desa Kalikobok, kemudian menyusul desa-desa lainnya. Warga baru mengetahuinya setelah kemasan dibuka dan digunakan untuk memasak," ucap Rinaldhy.
Saat ini, warga berharap pihak terkait segera melakukan pengecekan ulang dan memperketat pengawasan distribusi bantuan sosial dari hulu hingga ke tangan penerima manfaat agar kejadian serupa tidak terulang kembali. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....