Bulog Solo Raya Pastikan Cadangan Beras Aman
- 28 Jun 2026 05:35 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Klaten -Perum Bulog Surakarta mengklaim ketersediaan beras saat ini cukup aman. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
Demikian disampaikan Pimpinan Perum Bulog Surakarta Nanang Harianto kepada wartawan saat meninjau Gudang Bulog Meger Klaten, Kamis 25 Juni 2026. Dikatakan ini cadangan beras Bulog diwilayah Surakarta mencapai 92 ribu ton yang tersimpan diberbagai Gudang Bulog. Sedangkan untuk di Klaten khususnya di Gudang Meger Ceper Klaten terdapat stok beras kurang lebih 14 ribu ton.
Cadangan beras tersebut baik untuk wilayah Solo Raya maupun Klaten kondisinya cukup aman hingga akhir tahun 2026 bahkan hingga awal tahun.
"Saat ini Gudang kami di Solo Raya menyimpan 92 ribu ton beras. Sedangkan diwilayah Klaten di Gudang Meger ini sangat banyak 14 ribu ton stoknya. Cukup banyak hingga akhir tahun atau awal tahun," katanya.
Dikatakan meski stok masih cukup banyak, pihaknya masih terus melakukan penyerapan gabah petani. Harga penyerapan gabah petani oleh Bulog 6.500 rupiah per kilogramnya sesuai HPP pemerintah.
Dikatakan sampai saat ini penyerapan gabah petani yang sudah dilakukan diwilayah Klaten mencapai 10.690 ton dan dinilai sudah cukup banyak. Namun untuk target tahun 2026 ini sudah tercapai 77 persen dari target 93 ribu ton gabah kering panen.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Klaten Marianto memberikan apresiasi kepada jajaran Bulog atas capaian dan cadangan beras saat ini. Ia juga menilai penyerapan gabah petani dengan harga 6.500 perkilogram GKP dinilai sudah cukup bagus.
"Memang Bulog wajib negara hadir untuk serapan gabah. 6.500 dinilai sudah cukup baik dirasakan bagi petani. Namun disisi lain ada juga pembeli diatas Bulog. Buat petani juga ga ada masalah," katanya.
Dikatakan pula, meski harga pembelian oleh Bulog sudah cukup baik bila memungkinkan dapat dinaikkan kembali agar kesejahteraan petani semakin baik.
Terkait dengan ketahanan pangan, ia berharap adanya program perbaikan saluran irigasi. Mengingat kondisi saluran sudah banyak yang sudah rusak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....