DKPP Klaten Pantau Kasus Minyak Berbau
- 24 Jun 2026 08:09 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Klaten - Kasus minyak goreng yang diindikasikan berbau merupakan program bantuan pangan dari pemerintah, ternyata tidak hanya terjadi di wilayah Kecamatan Jogonalan tetap ada juga di wilayah Kecamatan Wedi. Dinas ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Klaten bersama Bolog, produsen dan Kecamatan terkait sudah turun ke lapangan untuk mengetahui kasus adanya minyak berbau tersebut.
Kepala Dinas ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Klaten Iwan Kurniawan mengatakan ada dua wilayah bantuan pangan tahap kedua April sampai Juni 2026 yakni Kecamatan Jogonalan dan Kecamatan Wedi yang terdapat kasus minyak berbau. Total lebih dari 24 ribu liter dengan jumlah penerima manfaat lebih dari enam ribu orang.
“Memang di Kecamatan wedi dan Kecamatan Jogonalan. Total ada 24.120 liter dan kelompok penerima manfaat 6.300 KPM. Kami sudah mendampingi memantau sudah proses penggantianproduk baru,” kata Iwan Kurniawan, Selasa 23 Juni 2026.
Ia mengatakan berdasarkan visual minyak kemasan plastik tersebut tidak berbau, namun setelah dibuka dan dicoba dimasak ternyata berbau minyak solar dan warna lebih keruh bila dibandingkan yang tidak bau.
“Produk minyak langsung ditarik oleh produsen dan pihak produsen langsung menguji di laboratorium. Hasilnya seperti apa kita tunggu,” Katanya.
Sementara, dari pantauan RRI di Desa Wonoboyo warga berdurun-duyun mengembalikan minyak yang berbau dan menukarkan kembali di balai desa setempat.
Sekretaris Desa Wonoboyo Jogonalan Cahyoko mengatakan mereka yang mendapatkan bantuan minyak tersebut diganti seluruhnya dengan total 626 penerima manfaat dan masing-masing penerima mendapatkan dua liter minyak.
“total ada 626 KPM. Mulai menukarkan mulai jam 10.00 wib. Diganti semua baik yang masih ada ataupun tidak,” katanya.
Dikatakan alasan mereka mengembalikan minyak bantuan tersebut karena berbau solar dan minyak tanah. Namun demikian pihaknya belum mendapatkan laporan adanya dampak akibat mengkonsumsi minyak tersebut. Adam Sutanto
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....