Warga Karanganyar Ramai Tukar Bantuan Minyak Goreng MinyakKita
- 24 Jun 2026 16:59 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Sejumlah warga Kabupaten Karanganyar berbondong-bondong mengembalikan bantuan minyak goreng merek MinyakKita ke kantor kelurahan setempat. Langkah ini diambil menyusul adanya keluhan terkait kondisi fisik minyak goreng yang mengeluarkan aroma menyengat menyerupai bahan bakar minyak jenis minyak tanah dan solar.
Seperti halnya terjadi di kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar. Ratusan warga secara bergantian mengembalikan bantuan minyak goreng sejak hari senin lalu, usai mengalami keluhan bau dan keluhan kesehatan.
Bantuan pangan tahunan dari pemerintah tersebut sebelumnya didistribusikan kepada warga pada hari Kamis dan Jumat. Namun, tak lama setelah dibawa pulang, komoditas minyak goreng berukuran kemasan dua liter tersebut langsung memicu keluhan kesehatan dari sejumlah warga yang telanjur mengonsumsinya untuk keperluan memasak.
| Baca juga: DKPP Klaten Pantau Kasus Minyak Berbau |
“Katanya berbau minyak pet (minyak tanah,-red) sama solar. Akhirnya banyak sekali ternyata berbondong-bondong pada bau semua. Ada yang mengeluhkan kepalanya sakit. Warnanya juga agak gelap gitu, agak lebih pekat,” ujar Lurah Bejen, Agus Sumarli saat dikonfirmasi RRI, Rabu 24 Juni 2026.
Agus menjelaskan, penanganan kasus ini berjalan cepat setelah dirinya berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Karanganyar dan Bulog.
"Dari Bulog langsung melakukan droping barang pengganti ke kelurahan pada Senin pagi. Penukaran awalnya berubah, dari dua botol kemasan dua liter menjadi empat botol kemasan satu liter yang kondisinya lebih layak konsumsi," katanya.
Berdasarkan data, keluhan hanya muncul pada bantuan minyak, namun, untuk komoditas beras dipastikan dalam kondisi aman tanpa keluhan. Pihak kelurahan berkomitmen untuk terus membuka posko pelayanan penukaran ini tanpa batas waktu yang kaku hingga seluruh keluhan warga terakomodasi sepenuhnya.
Di sisi lain, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta, Nanang Harianto menegaskan seluruh produk minyak goreng yang bermasalah tersebut merupakan tanggung jawab penuh dari pihak produsen selaku penyedia barang. Bulog memosisikan diri sebagai lembaga penyalur yang ikut terdampak oleh kelalaian pemenuhan standar kualitas dari sediaan komoditas tersebut.
“Oh, aslinya itu sebenarnya langsung dari produsen. Karena itu kan kita sifatnya kan hanya menyalurkan, yang membuat produsen. Dan dia juga sudah memberikan klarifikasi pernyataan itu semua produknya ditarik diganti. Kan kami kan juga salah satu kena dampaknya,” ujar Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta, Nanang Harianto.
Nanang menyatakan proses penarikan dan penggantian logistik untuk wilayah Karanganyar berjalan cepat karena volume distribusi di daerah tersebut tergolong sedikit. Guna mengantisipasi kejadian serupa di kemudian hari, Bulog akan memperketat pengawasan berbasis jaminan mutu dan kualitas dari pihak produsen sebelum barang masuk ke gudang penyimpanan.
"Kalau kami juga memastikan kualitas yang bermutu dari produsen. Sebenarnya sudah sudah kita lakukan, cuman kan itu kan karena murni dari produsen ya. kita kalau mau ngecek kan enggak semuanya bisa dibuka ya," ujarnya.
Kendati demikian, Nanang mengakui pemeriksaan fisik secara menyeluruh di tingkat hulu memiliki keterbatasan teknis karena kemasan minyak goreng tidak mungkin dibuka satu per satu sebelum disalurkan. Sebagai langkah taktis jangka panjang, pemerintah pusat bahkan telah mengeluarkan kebijakan untuk menghapus komoditas minyak goreng dari daftar bantuan pangan masa depan.
“Ke depannya kan di pemerintah pusat sudah memutuskan ke depannya tidak menggunakan minyak. Jadi hanya beras saja,” ujat Nanang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....