Sidak Temuan Minyakita Berbau Solar, Satgas Pangan Karanganyar Ambil Sampel Lab
- 26 Jun 2026 01:38 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Kasus minyak goreng subsidi merek Minyakita yang berbau menyengat mirip bahan bakar solar di Kabupaten Karanganyar akhirnya memasuki babak baru. Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disdagperinaker), Satgas Pangan dari Disperta, serta aparat kepolisian langsung menggelar inspeksi mendadak ke fasilitas pabrik pengemasan lokal untuk menelusuri alur pemrosesan dari tahap penerimaan bahan baku curah hingga pengemasan akhir.
Langkah taktis ini berhasil mengungkap produk bermasalah tersebut resmi dikeluarkan oleh pabrik pengemasan setempat setelah dikonfirmasi langsung kepada pihak direksi. Menyikapi temuan krusial itu, instansi terkait langsung menginstruksikan produsen untuk menarik seluruh produk yang terkontaminasi dari pasaran, terutama yang didistribusikan ke wilayah lokal seperti Karangpandan, Mojogedang, dan Karanganyar Kota.
"PT ini yang memproduksi Minyakita. Tadi dapat informasi bahwa untuk yang kemarin bermasalah terkait dengan bukaan berbau solar itu memang produksi dari mereka. Kemudian saat ini langkah-langkah yang dilakukan adalah menarik retur barang-barang yang nyaris berbau solar," ujar Kepala Disdagperinaker Kabupaten Karanganyar, Agung Wahyu Utomo kepada wartawan usai sidak, Jumat 26 Juni 2026.
Dari hasil klarifikasi internal, lanjut Agung pihak direksi perusahaan berdalih bau menyengat tersebut dipicu oleh kontaminasi armada truk tangki ekspedisi yang diduga bekas mengangkut solar saat mengambil bahan baku curah atau Crude Palm Oil (CPO).
Ia menegaskan alasan ekspedisi tersebut ditolak mentah-mentah karena seluruh produk yang dilempar ke tangan konsumen wajib lolos seleksi mutu yang ketat. Guna mengusut adanya unsur kesengajaan, Satgas Pangan dan Polres Karanganyar kini membawa sampel minyak tersebut untuk dilakukan uji laboratorium secara mendalam.
"Dari internal dari direksi dari PT tadi menyampaikan bahwa kemarin dimungkinkan mungkin pada saat proses pengambilan bahan baku ekspedisi itu ekspedisinya mungkin berbau solar. Ini baru praduga dari mereka. Tetapi apa pun itu saya tegur tadi, harusnya melalui quality control proses produksi yang sudah, itu semua sudah harus dilakukan sampai ke masyarakat harus sudah clear. Saya sampaikan seperti itu. Kita belum bisa simpulkan, itu nanti menunggu hasil lab," katanya.
Usai menggeledah area produksi pabrik, rombongan tim gabungan langsung bergerak bergeser menuju ke kawasan Jebres untuk memeriksa salah satu gudang penyimpanan logistik depan Palur. Langkah ini dilakukan secara ketat untuk mengawasi lokasi isolasi barang retur dan memastikan seluruh produk Minyakita yang ditarik dari pasaran benar-benar dipisahkan agar tidak bocor kembali ke tangan konsumen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....