Cegah Risiko Konsumen, PT KMR Tarik Massal Produk Minyakita Bermasalah

  • 26 Jun 2026 18:46 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - PT Kusuma Mukti Remaja telah melakukan penarikan 100% terhadap produk minyak goreng Minyakita yang diduga bermasalah di wilayah Jawa Tengah. Langkah penarikan dan pengembalian ini difokuskan di beberapa wilayah terdampak, meliputi Kabupaten Karanganyar, Wonogiri, Klaten, dan Tegal, dengan melibatkan bantuan dari tim Bulog serta para perangkat desa setempat.

Direktur PT Kusuma Mukti Remaja, Joko Mukti Wijaya, menyampaikan seluruh produk yang terindikasi mengalami masalah pada batch produksi tertentu kini sudah ditarik sepenuhnya dari tangan masyarakat. Pihak manajemen memutuskan untuk mengambil tindakan cepat guna mengamankan konsumen tanpa harus menunggu hasil pengujian laboratorium selesai.

"Per hari ini kita sudah menarik 100%. Jadi menarik dan mengembalikan minyak goreng yang mungkin bermasalah di tiga kabupaten itu di Karanganyar, Klaten, dan Wonogiri. Semua sih berjalan dengan baik, terus kita juga dibantu dari tim Bulog sama tim perangkat desa untuk melakukan penarikan ini," ujar Joko Mukti Wijaya kepada wartawan saat pers rilis di kantor pabrik PT KMR, Karanganyar, Jumat 26 Juni 2026.

Berdasarkan data internal perusahaan, total komoditas yang ditarik dari Karanganyar mencapai 42.644 item, Wonogiri sebanyak 68.288 item, dan Klaten menyentuh angka 71.648 item. Meskipun data riil untuk wilayah Tegal masih dihimpun, penanganan di area tersebut dipastikan berjalan jauh lebih awal dan lebih cepat kondusif dibandingkan tiga wilayah lainnya.

Joko memaparkan dugaan sementara penyebab munculnya keluhan aroma menyerupai solar atau minyak tanah disebabkan oleh adanya kontaminasi pada proses penyimpanan atau pengangkutan logistik. Kendati volume yang bermasalah diperkirakan hanya sekitar 20 ton dari total kapasitas produksi bulanan yang mencapai 5.000 ton, perusahaan tetap berkomitmen melakukan investigasi menyeluruh selama dua pekan ke depan.

"Penyebabnya itu kemungkinan ada kontaminasi di penyimpanan atau pengangkutan ya. Kita masih investigasi sambil menunggu hasil lab, mungkin hasil lab-nya itu memang kurang lebih 1-2 minggu dari minggu ini. Jadi yang indikasi bermasalah itu sekitar 100 ton, tapi yang sudah kita tarik sampai 300, jadi istilahnya kalau sudah batch-nya itu bermasalah ya kita harus tarik semuanya," katanya.

Joko menegaskan komoditas yang bermasalah tersebut merupakan hasil rilis tanggapan cepat penyerapan bantuan pangan nasional yang diproduksi pada rentang tanggal 2 hingga 5 Juni 2026. Manajemen PT Kusuma Mukti Remaja memutuskan untuk mengalihkan pemanfaatan minyak goreng tersebut menjadi Used Cooking Oil atau minyak jelantah sebagai bahan baku pembuatan biosolar.

"Nanti kita jual sebagai minyak jelantah, kan enggak boleh dikonsumsi manusia lagi, jadi kita jual sebagai UCO atau minyak jelantah untuk keperluan untuk produksi biosolar. Kita sudah diminta keterangan dan intinya pihak kepolisian menanyakan, saya pastinya kan kenapa dan berharap tidak terulang lagi, terus ketiga yang mereka tanyakan itu apakah support-nya kita ke masyarakat itu sudah optimal, nah itu kita jawab sudah," ujar Joko.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....