Target Selesai 20 Juni, Kontraktor Sekolah Rakyat Sragen Tancap Gas Tambah Pekerja
- 16 Jun 2026 19:34 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mendesak pihak kontraktor pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Sragen untuk mempercepat akselerasi pekerjaan. Proyek strategis ini ditargetkan harus rampung sepenuhnya sesuai lini masa kontrak pada Sabtu, 20 Juni 2026 mendatang.
Menteri PU mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, kendala utama yang menghambat pemenuhan target tersebut murni disebabkan oleh penurunan jumlah tenaga kerja, bukan karena persoalan material ataupun alat.
Penurunan dinamika pekerja ini dipicu oleh momentum libur tradisi menyambut 1 Suro dalam penanggalan Jawa. "Kami minta diakselerasi agar sebelum tahun ajaran baru dimulai, fasilitas ini sudah siap digunakan oleh anak-anak," tegas Dody, Selasa 16 Juni siang.
Menanggapi desakan tersebut, Project Manager SR Sragen, Ugy Sugiarto, menyatakan optimistis mampu merampungkan proyek tepat waktu. Saat ini, realisasi progres fisik pembangunan kompleks Sekolah Rakyat tersebut telah menyentuh angka 87,12 persen.
"Secara nasional, progres kami masih masuk dalam lima besar tercepat di Indonesia. Saat ini pekerjaan yang tersisa hanya tinggal menyisakan bagian arsitektural," ujar Ugy saat diwawancarai awak media.
Untuk mengejar sisa target dalam hitungan hari, Ugy menjelaskan bahwa pihaknya langsung merespons arahan Menteri PU dengan melakukan penambahan tenaga kerja secara bertahap. Saat ini, jumlah pekerja yang berada di lokasi berkisar antara 900 hingga 980 orang.
"Arahan dari Pak Menteri tadi minimal diperkuat oleh 1.100 pekerja. Saat ini tambahan tenaga kerja sudah mulai berdatangan secara simultan," kata dia menjelaskan.
Pihak kontraktor memastikan tidak ada kendala teknis berarti yang dapat mengerem pekerjaan. Logistik material dipastikan sudah on-site atau siap di lokasi 100 persen, begitu pula dengan kesiapan alat berat.
Ugy menambahkan, pemenuhan kebutuhan tenaga kerja baru ini dioptimalkan dengan menyerap potensi lokal. Mengingat Solo Raya dan sekitarnya dikenal sebagai lumbung tenaga kerja konstruksi nasional, mobilisasi pekerja diklaim dapat berjalan cepat.
"Sekitar 30 persen pekerja saat ini merupakan warga lokal Sragen. Kami juga mendatangkan tambahan tenaga dari wilayah sekitar yang merupakan lumbung pekerja, seperti Purwodadi dan Karanganyar. Mereka masih terus masuk ke area proyek," kata Ugy menambahkan.
Kompleks Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen ini merupakan proyek masif yang merangkum total 22 gedung fasilitas terpadu. Sarana tersebut meliputi tiga gedung sekolah (jenjang SD, SMP, dan SMA), sebuah masjid, gedung serbaguna, dua gedung rusun untuk guru, serta delapan gedung asrama siswa.
Adapun sisa bangunan penunjang lainnya terdiri dari area kantin, dapur, rumah pompa, hingga fasilitas powerhouse.
Menutup keterangannya, Ugy merinci bahwa titik krusial yang saat ini tengah dikebut berada pada sektor fasilitas penunjang, yakni area kantin untuk jenjang SD dan SMA yang belum tertutup atap.
"Kantin SD dan SMA saat ini sedang proses pemasangan atap. Kami targetkan dalam empat hari ke depan struktur atapnya sudah selesai terpasang sempurna," ucap Ugy. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....