Harga Beras dan Daging Naik, Inflasi Sumenep September 0,28 Persen

  • 07 Okt 2026 11:20 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Kenaikan harga sejumlah bahan pangan mendorong inflasi Kabupaten Sumenep pada September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan Sumenep mencapai 0,28 persen.

Kepala BPS Kabupaten Sumenep Handoyo Wijoyo mengatakan, kenaikan harga terutama terjadi pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang memberikan andil inflasi sebesar 0,33 persen.

"Beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan harga dibandingkan Agustus, sehingga memberikan tekanan terhadap inflasi September," kata Handoyo Wijoyo, Selasa 6 Oktober 2026.

Ia menyebutkan, beras dan daging sapi masing-masing memberikan andil sebesar 0,10 persen terhadap inflasi bulanan. Selanjutnya, cabai rawit memberikan andil 0,09 persen dan daging ayam ras sebesar 0,07 persen.

Selain kelompok pangan, kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya juga memberikan andil terhadap inflasi meskipun relatif kecil, yakni 0,01 persen. Salah satu komoditas yang turut mengalami tekanan harga adalah makanan hewan peliharaan.

“Dengan inflasi bulanan sebesar 0,28 persen, Sumenep menempati peringkat kedua tertinggi di Jawa Timur pada September 2026,” katanya.

Namun, tekanan kenaikan harga tersebut masih tertahan oleh sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga. Beberapa di antaranya emas perhiasan, ketimun, cabai merah, bawang merah, ikan tongkol, sawi hijau, dan kacang panjang.

Handoyo mengatakan, pergerakan harga berbagai komoditas tersebut menunjukkan bahwa inflasi tidak hanya dipengaruhi kenaikan harga, tetapi juga penurunan harga komoditas tertentu yang mampu menahan tekanan inflasi.

“Sementara itu, inflasi Sumenep secara tahun kalender hingga September 2026 tercatat sebesar 2,23 persen,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....