10 Tahun Jalani Hemodialisis, Wulan Tetap Semangat Berkat Dukungan Suami dan JKN

  • 06 Okt 2026 14:13 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Irana Wulandari (37) yang akrab disapa dengan Wulan, merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sudah 10 tahun menjalani hemodialisis dua kali dalam seminggu akibat gagal ginjal kronis. Wulan selalu diantar suaminya ke rumah sakit untuk menjalani hemodialisis. Setelah proses hemodialisis dimulai, suaminya biasanya pergi bekerja dan akan kembali menjemput Wulan setelah pengobatan selesai. Dukungan suami selama menjalani pengobatan menjadi hal penting yang membuatnya tetap semangat.

“Saat proses hemodialisis saya memang sendiri karena suami bekerja, tapi suami saya tetap mengantar saya ke rumah sakit. Nanti setelah selesai hemodialisis, suami datang lagi untuk menjemput saya,” kata Wulan saat ditemui di ruangan Hemodialisis RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Wulan menceritakan, sebelum mengalami gagal ginjal dirinya cukup sering mengonsumsi mi instan dan minuman kemasan dengan kandungan gula tinggi. Saat itu wulan tidak terlalu memikirkan kebiasaan tersebut dan masih menjalani aktivitas seperti biasanya.

“Dulu saya memang sering makan mi instan dan minum minuman kemasan yang manis. Saya tidak kepikiran kalau kebiasaan seperti itu bisa berdampak ke kesehatan,” ujarnya.

Sampai suatu ketika, Wulan mulai merasa mual hebat dan tubuhnya terlihat pucat. Karena kondisinya semakin parah, Wulan kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar hemoglobin (Hb) Wulan hanya 3 g/dL dan tergolong sangat rendah. Wulan kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

“Setelah diperiksa, Hb saya ternyata cuma 3 g/dL. Saya kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Sesampainya di rumah sakit, pemeriksaan menunjukkan kadar kreatinin Wulan juga sangat tinggi, yakni mencapai 26 mg/dL. Kondisi tersebut membuat Wulan harus segera menjalani hemodialisis dan hingga kini dilakukan dua kali dalam seminggu.

Sepuluh tahun menjalani hemodialisis, Wulan bersyukur dirinya terdaftar sebagai peserta JKN segmen mandiri dan selalu menjaga status kepesertaannya tetap aktif. Selama menjalani pengobatan, ia mengaku tidak mengeluarkan biaya pelayanan kesehatan dan mendapat pelayanan yang baik dari tenaga kesehatan.

“Alhamdulillah dari awal sampai sekarang saya tidak mengeluarkan biaya untuk hemodialisis. Tenaga kesehatannya juga ramah dan pelayanannya baik,” ucap Wulan.

Bagi Wulan, pengalaman tersebut membuatnya sadar bahwa menjaga kesehatan dan kepesertaan JKN sama-sama penting. Ia pun berpesan kepada masyarakat agar mulai memperhatikan pola hidup dan tidak menunggu sakit untuk menjaga kesehatan.

“Jaga pola hidup sehat dari sekarang sebelum terlambat. Sebisa mungkin menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi, jangan sampai sama seperti saya, yang baru sadar setelah sakit,” kata Wulan menutup pembicaraan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....