Rutin Jalani Hemodialisis 8 Tahun, Syaifudin Tetap Aktif Sebagai Polisi
- 29 Sep 2026 13:38 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Sudah delapan tahun Syaifudin (42), peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) asal Pamekasan, menjalani rutinitas Hemodialisis dua kali dalam seminggu. Meski harus menjalani hemodialisis setiap Selasa dan Jumat, Syaifudin tetap aktif menjalankan tugasnya sebagai anggota kepolisian.
Perjalanan Syaifudin sebagai pasien hemodialisis bermula ketika penyakit asam uratnya kambuh saat pulang bekerja. Kondisi tersebut membuatnya harus segera dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
“Awalnya asam urat saya kambuh setelah pulang kerja. Saya langsung dibawa ke klinik terdekat untuk diperiksa, kata dokternya asam urat saya tidak terkontrol” ujar Syaifudin saat ditemui di ruang Hemodialisis RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo pada Selasa, 29 September 2026.
Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar kreatinin Syaifudin telah mencapai 25 mg/dL, jauh di atas batas normal. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter mendiagnosis Syaifudin mengalami gagal ginjal dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Setelah diperiksa, kreatinin saya sudah mencapai 25 mg/dL, jauh di atas batas normal. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, saya didiagnosis mengalami gagal ginjal,” kata Syaifudin.
Setelah mendapatkan diagnosis gagal ginjal, Syaifudin kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, termasuk menjalani operasi dan hemodialisis. Setelah itu, ia melanjutkan perawatan hemodialisis secara rutin di RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo, Pamekasan, hingga saat ini.
“Setelah dari klinik saya dirujuk ke RS Bhayangkara Surabaya untuk menjalani operasi untuk membuat akses pembuluh darah (akses vaskular) dan dilanjutkan Hemodialisis untuk pertama kalinya. Sekarang saya sudah rutin menjalani hemodialisis di RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo,” katanya.
Selama menjalani perawatan, Syaifudin tetap berusaha menjalankan tugasnya sebagai anggota kepolisian dengan menyesuaikan jadwal pekerjaan dan jadwal hemodialisa. Menurutnya, pelayanan yang diterima di RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo selama menjalani perawatan juga sangat ramah.
“Pelayanan di RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo sangat ramah dan saya merasa terbantu selama menjalani perawatan. Sejak awal dirawat hingga sekarang, saya tidak mengeluarkan biaya sepeser pun,” ujar Syaifudin.
Delapan tahun menjalani hemodialisa membuat Syaifudin merasakan langsung manfaat Program JKN dalam membantu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan yang harus dilakukan secara rutin. Syaifudin bersyukur dapat menjalani pengobatan tanpa terbebani biaya pelayanan kesehatan.
“Selama delapan tahun menjalani cuci darah, Program JKN sangat membantu saya dalam mendapatkan pelayanan Kesehatan. Bayangkan jika saya harus membayar setiap menjalani Hemodialisis dua kali dalam seminggu, pasti biaya yang akan saya keluarkan sangat banyak. Saya berharap BPJS Kesehatan tetap menjadi garda terdepan bagi masyarakat yang membutuhkan akses layanan Kesehatan,” ucapnya. (bp/gn)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....