Aksi Mahasiswa Wiraraja Menolak Lupa di September Hitam

  • 30 Sep 2026 13:07 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Sejumlah mahasiswa BEM KM Keluarga Besar Universitas Wiraraja menggelar Mimbar Demokrasi di depan Masjid Jamik Sumenep, Rabu, 30 September 2026. Aksi ini menjadi ruang refleksi atas berbagai peristiwa pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang diperingati dalam momentum September Hitam.

Koordinator Lapangan aksi, Dimas, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk mengingat sejumlah peristiwa yang menjadi catatan perjalanan demokrasi Indonesia. "Ini tentunya melaksanakan mimbar demokrasi, di mana kita merefleksikan pada bulan ini adalah momentum bulan September, yang di mana September itu banyak tragedi-tragedi, hilangnya aktivis. Ini adalah sebuah wujud refleksi dari mahasiswa," ujar Dimas.

Berlangsung di depan Masjid Jamik yang menjadi salah satu ikon Pulau Madura, aksi diisi orasi secara bergantian dan pembacaan puisi. Mahasiswa menyampaikan pesan tentang kemanusiaan, demokrasi, serta pentingnya menjaga kebebasan berpendapat.

Salah seroang mahasiswa sedang berorasi, mengenang sejumlah peristiwa termasuk diantaranya PKI (foto: RRI/ Ros)

Mahasiswa juga membentangkan kain putih yang dikelilingi peserta aksi. Tulisan merah "KAMI TIDAK MATI" pada kain tersebut menjadi simbol untuk menjaga ingatan terhadap berbagai peristiwa dan perjuangan aktivis dalam perjalanan demokrasi Indonesia. "Kita ingin mengingat kembali tragedi-tragedi yang terjadi, terutama yang berkaitan dengan perjuangan demokrasi dan hak asasi manusia. Jangan sampai peristiwa tersebut hilang dari ingatan generasi muda," kata Dimas.

Dimas menegaskan, kebebasan berpendapat merupakan bagian penting dalam demokrasi dan perlu dijaga melalui penyampaian kritik secara terbuka serta bertanggung jawab. "Bagi kami, kebebasan berpendapat merupakan bagian penting dalam demokrasi. Mahasiswa harus tetap memiliki ruang untuk menyampaikan kritik dan gagasan secara terbuka dan bertanggung jawab," ujarnya.

Momentum September Hitam menjadi pengingat atas sejumlah kasus pelanggaran HAM di Indonesia, termasuk tragedi Semanggi serta kasus hilangnya aktivis dan kematian pejuang HAM Munir serta tragedI PKI. Mahasiswa berharap ingatan terhadap berbagai peristiwa tersebut tetap terjaga dan menjadi pembelajaran bagi generasi muda.

Rangkaian aksi kemudian ditutup dengan mengheningkan cipta. Seluruh peserta berdiri dalam suasana hening sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban dan aktivis yang dikenang dalam momentum September Hitam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....