"Inforiact Community", Wadah Mahasiswa Belajar Informatika

  • 20 Sep 2026 06:16 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Inforiact Community hadir sebagai wadah bagi mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang informatika. Komunitas ini memiliki kegiatan mentoring, praktik, serta kolaborasi di luar ruang perkuliahan.

Founder Inforiact Community, Ahmad Khaiyrus Sya'bana, mengatakan komunitas tersebut dibentuk untuk membantu mahasiswa memahami dasar-dasar informatika. Selain itu mengembangkan minat dan keterampilan sesuai bidang yang mereka sukai.

“Tujuannya sebagai wadah teman-teman dan juga tempat untuk belajar, khususnya yang notabene jurusan Informatika,” ujar Ahmad Khaiyrus Sya'bana kepada RRI, Jumat, 18 September 2026.

Menurut Khaiyrus, anggota komunitas memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda. Karena itu, kegiatan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi dilanjutkan dengan praktik agar anggota dapat memahami materi melalui metode belajar yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

“Teman-teman metode belajarnya berbeda-beda. Ada yang teori paham, ada yang harus praktik," katanya. "Maka dari itu ketika selesai materi, kita coba praktikkan juga."

Saat ini, Inforiact Community memiliki sekitar 50 orang yang terdiri atas mentor, struktur komunitas, dan anggota. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara rutin, umumnya satu kali dalam sepekan pada masa perkuliahan dan dapat menjadi dua kali pertemuan dalam sepekan ketika masa liburan.

Materi yang dikembangkan mencakup berbagai bidang, seperti pembuatan aplikasi, website, hingga perangkat berbasis Internet of Things (IoT). Salah satu proyek yang telah dikerjakan anggota adalah perakitan mobil remote control yang diselesaikan melalui proses belajar dan praktik bersama selama sekitar satu setengah bulan.

Khaiyrus menegaskan, komunitas tersebut tidak mensyaratkan calon anggota harus memiliki kemampuan informatika terlebih dahulu. Bahkan, persoalan keterbatasan perangkat seperti laptop diupayakan dicari solusinya secara bersama agar mahasiswa tetap memiliki kesempatan untuk belajar.

“Siapa pun yang mau boleh ikut, kita tidak membatasi apakah mereka sudah punya pemahaman lebih atau belum, kalau tidak punya laptop, kita cari solusi,” tuturnya.

Selain kemampuan teknis, Inforiact Community juga mendorong pengembangan keterampilan nonteknis, seperti berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan literasi digital. Kemampuan tersebut dinilai penting agar mahasiswa tidak hanya mampu menghasilkan karya berbasis teknologi, tetapi juga dapat menggunakan pengetahuan digital secara bertanggung jawab.

Ke depan, Khaiyrus berharap komunitas dapat berkembang lebih luas dan membuka kesempatan bagi pelajar SMA maupun SMK untuk bergabung. Pengembangan komunitas juga diarahkan agar anggota tidak hanya memperoleh pemahaman akademik, tetapi memiliki bekal keterampilan yang dapat diterapkan ketika memasuki dunia kerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....