Kolase dari Sampah Plastik, Cara Mahasiswa KKN UA Edukasi Anak Sumenep
- 07 Sep 2026 21:50 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Sampah plastik yang biasanya dibuang diubah menjadi bahan membuat karya seni oleh anak-anak RA dan PAUD di Pesantren Attarbiyah, Desa Brakas Daya, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Melalui kegiatan kolase, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah (UA) Posko 27 mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan dengan cara yang dekat dengan dunia anak.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 3 September 2026 tersebut mengajak anak-anak memanfaatkan potongan sampah plastik untuk membuat kolase.
Sebelum kegiatan dimulai, mahasiswa KKN mengumpulkan sampah plastik dan memotongnya menjadi bagian-bagian kecil. Potongan tersebut kemudian digunakan sebagai bahan untuk menghias gambar yang telah disiapkan.
Anak-anak dilibatkan dalam setiap tahapan. Mereka memilih sendiri potongan plastik, menentukan warna dan bagian gambar yang akan ditempeli, kemudian menyusunnya menjadi karya kolase dengan bantuan mahasiswa KKN.
Sekretaris KKN UA Posko 27, Farah Muttaqiyah, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar anak-anak dapat mengenal lingkungan melalui aktivitas yang menyenangkan.
"Anak-anak tidak hanya diajak bermain dan membuat karya, tetapi juga dikenalkan bahwa sampah plastik yang selama ini dianggap tidak berguna masih bisa dimanfaatkan," kata Farah.
Menurut Farah, pendekatan kreatif dipilih agar pengenalan mengenai lingkungan tidak disampaikan dalam bentuk teori semata.
"Kami ingin menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini melalui kegiatan yang sederhana dan menyenangkan. Mereka belajar sambil bermain, berkarya, sekaligus mengenal kembali sampah yang ada di sekitar," ujarnya.
Selain mengenalkan pemanfaatan kembali barang bekas, kegiatan membuat kolase juga melatih kreativitas dan keterampilan motorik anak.
Anak-anak belajar memilih potongan plastik, menentukan letak yang sesuai, lalu menempelkannya pada gambar. Proses tersebut memberi ruang bagi anak untuk menentukan sendiri bentuk dan warna karya yang dibuat.
Farah mengatakan, tujuan kegiatan bukan semata-mata menghasilkan karya kolase.
"Sampah tidak selalu harus langsung dibuang. Ada yang bisa dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna, termasuk sebagai media belajar dan berkarya bagi anak-anak," katanya.
Ia menilai pengenalan mengenai pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Anak-anak dapat dikenalkan dengan kebiasaan sederhana, salah satunya menggunakan kembali barang yang masih layak.
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak terlihat antusias mengikuti proses pembuatan kolase. Mereka memilih potongan plastik sesuai keinginan dan menempelkannya pada gambar dengan pendampingan mahasiswa KKN.
Bagi mahasiswa KKN UA Posko 27, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang memadukan pendidikan, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Farah berharap pengalaman tersebut dapat memberikan pemahaman sederhana kepada anak-anak bahwa barang yang dianggap sebagai sampah masih dapat memiliki kegunaan lain.
"Kami berharap yang dibawa pulang anak-anak bukan hanya karya kolasenya, tetapi juga pemahaman bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal kecil dan kreativitas yang ada di sekitar mereka," ujarnya.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi lingkungan dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana. Potongan plastik yang sebelumnya dianggap sebagai sampah dapat menjadi media belajar sekaligus karya seni bagi anak-anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....