Mahasiswa KKN UA Ajak Pelajar Sumenep Lawan Sampah dari Sekolah
- 07 Sep 2026 21:50 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Belajar tentang sampah tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah (UA) Posko 27 mengajak pelajar di Desa Brakas Daya, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menonton film edukasi tentang bahaya sampah, kemudian mempraktikkan langsung cara memilahnya.
Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Pesantren Attarbiyah dan diikuti pelajar dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
Pada Minggu, 6 September 2026, para pelajar mengikuti pemutaran film berjudul Bahaya Sampah: Merusak Bumi dan Menghancurkan Kehidupan. Film tersebut menampilkan berbagai dampak sampah terhadap lingkungan, mulai dari pencemaran tanah dan air hingga kerusakan ekosistem.
Setelah pemutaran film, mahasiswa KKN meminta perwakilan dari setiap kelas menyampaikan kesimpulan mengenai pesan yang diperoleh. Cara tersebut dilakukan agar pelajar tidak hanya menyaksikan film, tetapi juga memahami dampak sampah terhadap lingkungan.
Ketua KKN UA Posko 27, Wasikatul Ummah, mengatakan edukasi lingkungan perlu diberikan sejak usia sekolah. Menurutnya, kesadaran menjaga lingkungan tidak cukup dibangun dengan menyediakan tempat sampah, tetapi juga melalui kebiasaan sehari-hari.
"Kesadaran menjaga lingkungan perlu dibangun sejak usia sekolah. Kami ingin pelajar tidak hanya mengetahui bahaya sampah, tetapi juga memahami apa yang bisa mereka lakukan mulai dari lingkungan terdekat," kata Sika.
Sehari sebelumnya, mahasiswa KKN UA Posko 27 mengajak para pelajar mengikuti praktik pemilahan sampah. Dalam kegiatan tersebut, pelajar diperkenalkan dengan perbedaan sampah organik dan anorganik. Mereka kemudian diajak menentukan jenis sampah dan menempatkannya sesuai dengan kategori yang tepat.
Pelajar juga diajak mengidentifikasi barang bekas yang masih dapat digunakan kembali.
Sika mengatakan, pemutaran film dan praktik langsung sengaja dipadukan agar pesan mengenai lingkungan lebih mudah dipahami.
"Kalau hanya disampaikan melalui materi, mungkin pemahamannya tidak sama. Karena itu, kami mencoba menggabungkan film dengan praktik langsung supaya mereka bisa melihat dampaknya sekaligus mencoba sendiri cara memilah sampah," ujarnya.
Menurut Sika, kebiasaan sederhana dapat menjadi langkah awal untuk menjaga lingkungan. Pelajar dapat mulai dengan mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memilah sampah, membuang sampah sesuai jenisnya, serta menggunakan kembali barang yang masih layak.
Sika berharap pengetahuan yang diperoleh pelajar selama kegiatan dapat terus diterapkan meskipun mahasiswa KKN telah meninggalkan Desa Brakas Daya. Kebiasaan tersebut diharapkan diterapkan di sekolah, pesantren, rumah, maupun lingkungan masyarakat.
"Kami berharap setelah kegiatan ini, pelajar bisa mulai membiasakan diri memilah sampah dan tidak lagi melihat sampah sebagai sesuatu yang sekadar dibuang. Ada sampah yang bisa dimanfaatkan kembali dan ada yang harus dikelola dengan cara berbeda," jelas Sika.
Ia menambahkan, kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, perubahan tidak harus dimulai dari langkah besar.
"Menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal kecil. Ketika kebiasaan itu dilakukan bersama dan terus-menerus, dampaknya akan lebih besar," ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UA Posko 27 menginginkan pelajar dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan. Edukasi yang diberikan tidak berhenti sebagai kegiatan selama KKN, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....