Budidaya Maggot dan Lele Jadi Solusi Olah Sampah

  • 19 Agt 2026 04:54 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Rangkaian hari ketiga program Eco Learning School 2026 di Sumenep diisi dengan workshop budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) dan lele dalam ember atau budikdamber, Minggu, 16 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Padepokan Meranggi Berseri, Desa Kepanjin, Sumenep, ini menghadirkan pegiat lingkungan Padepokan Meranggi Berseri, Ainur Rahman, sebagai narasumber.

Ainur Rahman menjelaskan, budidaya maggot BSF dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi sampah organik rumah tangga. Maggot mampu menguraikan sisa makanan dan limbah organik dalam waktu relatif singkat sehingga dapat membantu menekan volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

"Selain memberikan manfaat ekologis, budidaya maggot juga memiliki nilai ekonomi. Kandungan protein maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk lele dan ayam kampung, sehingga membantu mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial," ujarnya.

Sementara itu, sisa media budidaya maggot atau kasgot juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang memiliki nilai guna dan ekonomi.

Dalam workshop tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga mengikuti praktik langsung. Peserta diajak memberi pakan lele yang dibudidayakan dalam ember serta ayam kampung di area Padepokan Meranggi Berseri menggunakan maggot hasil budidaya.

"Praktik tersebut menunjukkan konsep pengelolaan sampah organik secara terpadu, dengan mengubah limbah menjadi sumber pakan ternak sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi." Katanya.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan budidaya maggot dan budikdamber sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang usaha berbasis lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....