Hari Kelima, Siswa Belajar Hidroponik dari Galon Bekas

  • 23 Agt 2026 20:45 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep — Program Eco Learning School 2026 yang digagas Komunitas Arasa Sociopreneur Action bersama Yayasan Yappika Actionaid terus mengajak generasi muda belajar melalui praktik nyata. Memasuki hari kelima, Sabtu 22 Agustus 2026, kegiatan dipusatkan di Kebun Selada Tarunatani Hidrofarm, milik Kelompok Tani Cahaya Abadi, Desa Talang, Kabupaten Sumenep.

Setelah sebelumnya mendapat materi tentang krisis iklim, pengelolaan bank sampah, budidaya maggot dan lele, serta pembuatan eco enzyme dan eco brick, peserta kali ini dikenalkan dengan pertanian modern ramah lingkungan melalui budidaya hidroponik.

Praktik hidroponik dipandu praktisi, Purwanto Hadikusuma. Peserta mendapat pemahaman mengenai prinsip dasar hidroponik, pengelolaan nutrisi tanaman, serta efisiensi penggunaan lahan dan air.

Tak hanya teori, perwakilan siswa dan guru dari lima sekolah peserta, yakni SMAN 3 Sumenep, SMK Al Karimiyyah, SMAN Gapura, SMKN 1 Sumenep, dan MAN Sumenep, juga diajak membuat instalasi hidroponik sederhana dengan memanfaatkan galon air mineral bekas.

Purwanto mengatakan, pemanfaatan barang bekas menjadi instalasi hidroponik menunjukkan bahwa keterbatasan lahan maupun persoalan sampah plastik dapat diubah menjadi peluang produktif.

“Dengan metode yang sederhana dan presisi, sekolah dapat memproduksi sayuran sehat dan bebas pestisida secara mandiri,” ujarnya.

Suasana pembelajaran semakin menarik ketika peserta diajak berkeliling Kebun Selada Tarunatani Hidrofarm. Siswa dan guru berkesempatan memetik selada segar langsung dari instalasi hidroponik dan menikmatinya di lokasi.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengenalkan pentingnya konsumsi pangan sehat serta menghargai proses pertanian yang ramah lingkungan.

Sebagai bagian dari keberlanjutan program, panitia juga menyerahkan satu paket hidroponik skala kecil kepada masing-masing dari lima sekolah peserta. Fasilitas tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mempraktikkan budidaya hidroponik di lingkungan sekolah.

Eco Learning School 2026 berlangsung selama tiga bulan, Juli hingga September 2026. Setelah seluruh modul praktik diselesaikan pada Agustus, kegiatan akan dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi pada September.

Selain paket hidroponik, pada akhir rangkaian program lima sekolah peserta juga akan mendapatkan hibah sarana dan peralatan bank sampah dari Arasa Sociopreneur Action dan Yappika Actionaid. Bantuan tersebut diharapkan mendukung pengelolaan sampah secara mandiri sekaligus mendorong terwujudnya sekolah ramah lingkungan atau green school di Kabupaten Sumenep.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....