Ekonomi Masih Jadi Pemicu Utama Perceraian di Sumenep
- 16 Agt 2026 15:07 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Persoalan ekonomi masih menjadi salah satu faktor dominan yang memicu perceraian rumah tangga di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kondisi tersebut banyak ditemukan pada pasangan muda dengan usia pernikahan sekitar lima hingga sepuluh tahun.
Humas Pengadilan Agama Sumenep, Achmad Kadarisman, mengatakan persoalan ekonomi dalam rumah tangga tidak hanya disebabkan rendahnya pendapatan, tetapi juga kemampuan pasangan dalam mengelola keuangan keluarga.
Menurutnya, sebagian pasangan bekerja di sektor informal dengan pendapatan yang bergantung pada kondisi pekerjaan dan musim. Sejumlah suami bekerja sebagai petani, buruh, atau penjaga toko dengan penghasilan yang dinilai belum mampu mencukupi kebutuhan keluarga.
“Dominannya memang ekonomi. Ada yang kapasitas suaminya memang terbatas, misalnya petani yang menunggu musim, atau bekerja menjaga toko tetapi ikut orang sehingga pendapatannya tidak mencukupi,” ujar Achmad, Minggu 16 Agustus 2026.
Selain keterbatasan pendapatan, persoalan ekonomi juga terjadi ketika suami sebenarnya memiliki penghasilan, tetapi tidak digunakan untuk kebutuhan keluarga. Salah satu faktor yang ditemukan dalam persidangan adalah penggunaan uang untuk judi daring.
Achmad menjelaskan, praktik judi daring terkadang diketahui setelah kondisi keuangan keluarga mengalami masalah. Misalnya, aset toko dijual atau barang milik istri digunakan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas tersebut.
“Judi daring mungkin di urutan berikutnya. Ada suami yang sebenarnya mampu secara ekonomi, tetapi uangnya habis untuk judi daring,” katanya.
Ia menambahkan, faktor ekonomi juga dapat berkaitan dengan perselingkuhan serta konflik dalam kehidupan rumah tangga. Namun, perkara perceraian di Pengadilan Agama Sumenep masih didominasi gugatan yang diajukan pihak istri.
Bahkan, kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebagian besar pasangan yang menghadapi persoalan perceraian masih berada pada usia relatif muda dan bekerja di sektor informal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....