Judi Online Turut Picu Konflik Rumah Tangga di Sumenep

  • 16 Agt 2026 15:10 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Judi Online turut menjadi salah satu faktor yang memicu konflik rumah tangga hingga berujung pada perceraian di Kabupaten Sumenep. Persoalan tersebut terungkap berdasarkan pengakuan para pihak dalam persidangan di Pengadilan Agama Sumenep.

Humas Pengadilan Agama Sumenep, Achmad Kadarisman, mengatakan Judi Online bukan menjadi faktor utama perceraian, tetapi cukup banyak ditemukan dalam perkara yang berkaitan dengan persoalan ekonomi keluarga.

Menurutnya, terdapat kondisi ketika suami sebenarnya memiliki penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, pendapatan tersebut justru digunakan untuk aktivitas Judi Online.

“Judi Online mungkin nomor tiga. Nomor satu memang ketidakmampuan suami secara ekonomi. Tetapi ada juga yang pendapatannya sebenarnya ada, kemudian habis untuk Judi Online,” ujarnya. Minggu 16 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, indikasi Judi Online biasanya terlihat dari perubahan kondisi keuangan keluarga. Pendapatan yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga tidak lagi tersedia, bahkan dalam sejumlah kasus aset keluarga ikut dijual.

Ia menjelaskan, pembuktian Judi Online dalam perkara perceraian memang tidak selalu mudah karena aktivitas tersebut dilakukan secara tersembunyi. Namun, hakim dapat mempertimbangkan keterangan para pihak dan kondisi pengelolaan keuangan keluarga selama persidangan.

“Kadang aset toko dijual, perhiasan istri diambil atau dijual. Kemudian ketika ditelusuri melalui telepon seluler, ditemukan aplikasi Judi Online. Dari situ bisa menjadi salah satu pertimbangan,” katanya.

Achmad menambahkan, persoalan Judi Online dapat memperburuk masalah ekonomi keluarga yang sebelumnya sudah mengalami keterbatasan pendapatan. Kondisi tersebut kemudian berkembang menjadi konflik antara suami dan istri.

Selain Judi Online, perselingkuhan juga menjadi salah satu faktor yang ditemukan dalam perkara perceraian. Namun, secara umum persoalan ekonomi masih menjadi alasan yang paling dominan.

Ia berharap pasangan yang telah berumah tangga dapat mengelola keuangan secara bertanggung jawab dan menghindari aktivitas yang berpotensi merusak kondisi ekonomi maupun keharmonisan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....