Pengelolaan Berbasis Data Jadi Fokus Penguatan Madrasah di Sumenep

  • 23 Jul 2026 22:08 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Pembinaan Kelembagaan dan Sistem Informasi bagi Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Tahun 2026 di Graha Wiyata MAN Sumenep, Kamis 23 Juli 2026. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan sekaligus mengoptimalkan pengelolaan sistem informasi pendidikan madrasah.

Pembinaan diikuti oleh kepala RA, kepala madrasah, serta operator madrasah se-Kabupaten Sumenep sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan administrasi dan layanan pendidikan berbasis data.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep yang diwakili Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma), Edy Hariyanto.

Dalam sambutannya, Edy Hariyanto mengingatkan pentingnya koordinasi yang baik antara satuan pendidikan, pengawas madrasah, dan Seksi Pendma dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi lembaga pendidikan.

Menurutnya, komunikasi yang efektif akan mempercepat penyelesaian masalah sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di lingkungan madrasah.

"Apabila terdapat kendala di madrasah, segera lakukan koordinasi dengan pengawas maupun Seksi Pendma agar dapat ditemukan solusi yang tepat sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Edy juga mengajak seluruh peserta membangun budaya kerja 3K, yakni Kompak, Konsisten, dan Komunikatif, sebagai landasan dalam meningkatkan profesionalisme pengelolaan lembaga pendidikan.

"Budaya kerja 3K harus menjadi komitmen bersama agar pelayanan pendidikan madrasah semakin berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, mengapresiasi penyelenggaraan pembinaan tersebut karena dinilai mampu memperkuat kapasitas kelembagaan serta meningkatkan kompetensi pengelola madrasah.

Ia menilai sinergi antara Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Seksi Pendma, pengawas, kepala madrasah, dan operator menjadi faktor penting dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang profesional, transparan, dan berbasis data.

"Kolaborasi seluruh unsur pendidikan madrasah menjadi modal utama untuk menghadirkan layanan yang semakin baik. Karena itu, setiap materi yang diperoleh dalam pembinaan ini perlu diterapkan di satuan pendidikan masing-masing," ujar Abdul Wasid.

Ia juga berharap seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat koordinasi antarlembaga sehingga kualitas layanan pendidikan madrasah di Kabupaten Sumenep terus mengalami peningkatan.

Melalui pembinaan tersebut, Kementerian Agama berharap pengelolaan kelembagaan dan sistem informasi madrasah semakin tertata, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu mendukung terwujudnya layanan pendidikan yang akuntabel dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....