Menjadi Bidadari Surga di Bumi

  • 07 Jul 2026 09:39 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Ciri Bidadari Surga jika bicara adalah Al-Wadud, dia penuh dengan kasih sayang, kesantunan dalam berbicara, berkomunikasi dan berbuat selalu lembut, penuh dengan kasih sayang. Kemudian Al-Walud siap punya anak, berapa saja yang diminta suaminya dalam rangka meneruskan keturunan. Ciri bidadari Surga berikutnya adalah Al-A’hud, yakni menyelesaikan pertengkaran dengan suaminya sebelum tidur.

“Betapa ini adalah ciri-ciri yang disebutkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW. Wanita yang kemudian sudah belajar menjadi Bidadari Surga selama di dunia yang oleh Ibnu Abbas disebutkan, inilah wanita Ahli Surga yang berjalan-jalan di bumi, atau Bidadari Surga yang sedang jalan-jalan di bumi,” jelas Ustadz Ahmad Hudaifah, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, saat di Mutiara Pagi RRI, Selasa, 7 Juli 2026.

Ditambahkan Hudaifah, Allah SWT menyebutkan bahwa nanti wanita yang akan menjadi bidadari surga itu, selain penghuni surga juga nanti adalah wanita-wanita yang masuk surga. “Jadi wanita-wanita dunia yang masuk surga itu akan menjadi bidadari utama, jauh lebih cantik, jauh lebih bagus dari wanita bidadari surga yang disediakan buat orang beriman,” imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa penyebutan bidadari dalam Al-Qur'an bukan bertujuan membangkitkan angan-angan duniawi, melainkan menjadi motivasi agar manusia berlomba-lomba dalam kebaikan. Janji tersebut merupakan bentuk penghargaan Allah kepada penghuni surga yang berhasil menjaga keimanan dan ketakwaan selama menjalani kehidupan di dunia.

Ditegaskan Hudaifah bahwa kenikmatan surga jauh melampaui apa yang dapat dibayangkan manusia. Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak memperdebatkan hal-hal gaib secara berlebihan. Persoalan mengenai kehidupan akhirat merupakan bagian dari perkara yang wajib diimani, sementara hakikatnya hanya diketahui oleh Allah SWT.

Lebih lanjut, ia mengajak kaum perempuan untuk menjadi bidadri surga, menjadikan gambaran tentang surga sebagai penyemangat untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal kebajikan, serta menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Dengan demikian, harapan memperoleh rahmat dan ridha Allah SWT dapat diwujudkan melalui kehidupan yang penuh keimanan dan ketakwaan.

Ini menjadi pengingat bahwa pembahasan mengenai bidadari surga bukan sekadar tentang keindahan yang dijanjikan Allah, melainkan tentang tujuan utama seorang muslim, yakni meraih surga melalui amal saleh dan memperoleh keridaan Allah SWT sebagai nikmat tertinggi bagi seluruh penghuni surga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....