Sedekah Sampah Antar Putra Sumenep Raih Juara Nasional

  • 20 Jul 2026 07:07 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Inovasi sosial berbasis pengelolaan sampah yang lahir dari Kabupaten Sumenep kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Founder Arasa Sociopreneur Action (ASA), Machallafri Iskandar, berhasil meraih Juara 3 Nasional kategori The Changemaker dalam ajang Telkomsel Jaga Bumi Future Impact Challenge 2026 melalui program Sedekah Sampah dan Beasiswa Sedekah Sampah.

Kompetisi yang diselenggarakan Telkomsel Jaga Bumi bekerja sama dengan Jejakin tersebut diikuti 167 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga individu yang menghadirkan inovasi dan aksi nyata dalam menjawab tantangan perubahan iklim serta isu keberlanjutan lingkungan.

Future Impact Challenge 2026 menghadirkan dua kategori, yakni The Changemaker bagi peserta yang telah menjalankan program dengan dampak nyata di masyarakat, serta Future Impact Innovation yang berfokus pada gagasan inovatif di bidang keberlanjutan. Seleksi dilakukan melalui pengajuan proposal, presentasi, video pitch, hingga tahap presentasi final secara daring.

Melalui program Sedekah Sampah, Machallafri berhasil masuk tiga besar nasional dan memperoleh grant senilai Rp10 juta. Program tersebut mendorong pelajar membiasakan memilah sampah sejak dari lingkungan sekolah. Sampah anorganik yang terkumpul kemudian dijual, sementara hasil penjualannya dimanfaatkan sebagai beasiswa pendidikan bagi para siswa.

Selain berkontribusi dalam mengurangi timbulan sampah, program ini juga mengintegrasikan pendidikan lingkungan, kepedulian sosial, dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Hingga kini, program Sedekah Sampah telah diterapkan di sejumlah sekolah di Kabupaten Sumenep.

Machallafri Iskandar mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang selama ini mendukung gerakan Sedekah Sampah.

"Penghargaan ini bukan hanya untuk saya secara pribadi, tetapi untuk seluruh sekolah, relawan, dan para siswa yang selama ini konsisten menjalankan gerakan Sedekah Sampah. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi lebih banyak anak muda untuk berani menghadirkan solusi bagi persoalan lingkungan di daerahnya masing-masing," ujarnya.

Pada kategori The Changemaker, juara pertama diraih Rohman melalui program LIPOBAY Circular Technology yang mengembangkan pemanfaatan sari plastik popok menjadi energi alternatif dengan grant Rp20 juta. Sementara juara kedua diraih Nadia Mazaya melalui Daur Karbon Project yang mengolah sampah organik menggunakan maggot dan memperoleh grant Rp15 juta.

Adapun pada kategori Future Impact Innovation, juara pertama diraih Labiba Nareswari dan tim melalui inovasi Chitowrap, disusul Benedict Janzzen dan tim dengan program RE-GRID, serta Risya Shifti Irmayani melalui inovasi Atmos-Cool.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi sosial yang lahir dari daerah mampu bersaing di tingkat nasional. Program Sedekah Sampah yang berawal dari gerakan sederhana di lingkungan sekolah kini diakui sebagai salah satu program perubahan sosial dan lingkungan terbaik di Indonesia, sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Sumenep di kancah nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....