Halo RRI: Warga Tanyakan Penyebab Cuaca Dingin dan Kering

  • 05 Jul 2026 16:47 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Cuaca yang terasa lebih dingin namun tetap kering belakangan ini menjadi perhatian sejumlah warga Madura. Pertanyaan tersebut disampaikan masyarakat melalui program Halo RRI karena kondisi cuaca dinilai berbeda dibandingkan biasanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, menjelaskan bahwa seluruh wilayah Madura telah memasuki musim kemarau sejak Mei 2026. Musim kemarau ditandai dengan dominasi angin timuran yang membawa massa udara kering dari belahan bumi selatan.

"Fenomena ini sebenarnya lazim terjadi saat musim kemarau," ujar Ari Wijayanto dalam dialog Halo RRI, Jumat, 3 Juli 2026. "Saat ini kita dipengaruhi angin timuran dari belahan bumi selatan yang membawa udara kering, sehingga cuaca terasa lebih dingin dan kelembapan udara berkurang." Katanya

Menurut Ari, kondisi dingin yang dirasakan masyarakat juga dipengaruhi posisi semu matahari yang berada lebih jauh dari wilayah Indonesia. Situasi tersebut menyebabkan penguapan berkurang sehingga udara terasa lebih sejuk dibandingkan saat musim penghujan.

Meski telah memasuki musim kemarau, Ari mengatakan peluang hujan masih dapat terjadi. Hal itu dipicu oleh dinamika atmosfer seperti perlambatan angin, pertemuan tekanan udara, maupun belokan angin yang memicu pertumbuhan awan hujan.

"Walaupun sudah masuk musim kemarau, hujan lokal masih bisa terjadi jika ada gangguan atmosfer seperti perlambatan angin, belokan angin atau pertemuan tekanan udara yang memicu pertumbuhan awan konvektif," katanya.

Melalui Halo RRI, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak heran apabila sesekali masih terjadi hujan pada musim kemarau. Namun secara umum, wilayah Madura tetap berada dalam periode kemarau dengan karakter cuaca yang cenderung dingin dan kering.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....