Darurat Sampah dan Tanggung Jawab Bersama Menjaga Lingkungan
- 20 Jun 2026 19:13 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep: Persoalan sampah kini menjadi salah satu tantangan lingkungan yang semakin serius di berbagai daerah. Meningkatnya jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi, serta penggunaan produk sekali pakai telah menyebabkan volume sampah terus bertambah dari tahun ke tahun. Kondisi ini memunculkan istilah darurat sampah yang menggambarkan perlunya penanganan cepat dan menyeluruh agar dampaknya tidak semakin meluas.
Tugas menghadapi darurat sampah adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah dan masyarakat harus berkolaborasi untuk mengatasi dan mengelola serta memilah sampah dari sumbernya.
“Ketika kolaborasi ini bisa dilakukan, masyarakatnya mau untuk memulai memilah sampah dari rumahnya, terus pemerintahnya juga memaksimalkan fungsinya. Fungsi regulasi, fungsi fasilitasi, fungsi edukasi, insya Allah maka darurat sampah terutama di Kabupaten Sumenep, lambat laun akan semakin melamdai,” jelas Machalafri Iskandar, Pegiat Lingkungan yang juga Founder Arasa Sosiopreneur, saat di Green Radio RRI, Sabtu, 20 Juni 2026.
Ia berharapan semua sampah yang dihasilkan sehari-hari adalah tanggung jawab diri, bukan tanggung jawab siapa-siapa. Termasuk iuran sampah, yang diadakan di komplek perumahan ataupun RT/RW, hendaknya rajin membayar.
Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai persoalan. Selain mencemari lingkungan, tumpukan sampah berpotensi menyumbat saluran air dan memicu banjir saat musim hujan. Sampah yang menumpuk juga dapat menghasilkan bau tidak sedap serta menjadi tempat berkembang biaknya berbagai vektor penyakit yang membahayakan kesehatan masyarakat.
Di sisi lain, menurut Afri, panggilan akrab Machalafri Iskandar, kapasitas tempat pembuangan akhir semakin terbatas. Tidak sedikit tempat pembuangan yang telah mendekati batas daya tampungnya. Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa perubahan perilaku masyarakat dan perbaikan sistem pengelolaan, persoalan sampah dapat menjadi ancaman serius bagi kualitas lingkungan dan kesehatan publik.
Menghadapi kondisi tersebut, pengelolaan sampah tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari. Langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa tas belanja sendiri, menggunakan botol minum isi ulang, serta memilah sampah dari rumah dapat memberikan dampak yang signifikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....