SMA Al-Iftitahiyah Tanamkan Kepedulian Lingkungan lewat MPLS

  • 20 Jul 2026 04:06 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – SMA Al-Iftitahiyah menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai salah satu fokus dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026–2027. Melalui tema "Pentingnya Pengelolaan Sampah dan Peduli Lingkungan Mulai dari Sekolah", peserta didik baru diajak membangun kebiasaan mengelola sampah dan menjaga kebersihan lingkungan sejak dini.

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Al-Iftitahiyah pada Jumat 17 Juli 2026, tersebut menghadirkan Founder Arasa Sociopreneur Action (ASA), Machallafri Iskandar, sebagai narasumber. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya peran generasi muda dalam mengatasi persoalan sampah melalui perubahan perilaku sehari-hari.

Ketua Yayasan Alif Batuputih, A. Navis El-Zuhdi, mengatakan pendidikan lingkungan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik yang bertanggung jawab terhadap masa depan.

"Kami berharap para siswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mampu menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Kesadaran dalam mengelola sampah harus dimulai dari hal-hal sederhana dan dibiasakan sejak dari sekolah, sehingga nantinya menjadi budaya yang baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Al-Iftitahiyah, Ahmad Fauzy, menjelaskan tema lingkungan dipilih agar peserta didik baru memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah sejak awal mereka menempuh pendidikan.

"Kami ingin peserta didik baru memahami bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Sekolah yang bersih dan nyaman lahir dari kebiasaan baik seluruh warganya," katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu mendorong siswa menjadi pelopor dalam pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.

"Semoga setelah kegiatan ini, siswa lebih peduli untuk memilah sampah dan menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari," kata Ahmad Fauzy.

Dalam pemaparannya, Machallafri Iskandar menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan pelajar.

"Siswa hari ini adalah pemimpin masa depan. Jika sejak sekarang mereka memiliki kesadaran untuk mengurangi, memilah, dan mengelola sampah dengan baik, maka mereka akan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Peduli lingkungan tidak harus dimulai dari hal besar, cukup dimulai dari kebiasaan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan dan memilah sampah dari sumbernya," ujarnya.

Ia juga mengajak para siswa mengubah cara pandang terhadap sampah, dari sekadar limbah menjadi sumber daya yang memiliki nilai apabila dikelola dengan pengetahuan dan kreativitas yang tepat.

Melalui kegiatan MPLS bertema lingkungan ini, SMA Al-Iftitahiyah berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan serta siap berkontribusi dalam mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....