Turunnya Harga Emas Perhiasan Jadi Penahan Utama Inflasi Sumenep pada Mei 2026

  • 04 Jun 2026 21:54 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Penurunan harga emas perhiasan menjadi faktor penting yang membantu menahan laju inflasi di Kabupaten Sumenep selama Mei 2026. Di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, komoditas emas justru memberikan kontribusi deflasi terbesar.

Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Handoyo Wijoyo, mengatakan harga emas global mengalami penurunan pada Mei 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap harga emas perhiasan di tingkat konsumen.

“Emas perhiasan menjadi komoditas yang paling besar menahan inflasi pada Mei 2026 dengan andil deflasi sebesar 0,23 persen,” ujarnya. Kamis 2 Juni 2026.

Data BPS menunjukkan harga emas perhiasan mengalami penurunan sebesar 4,42 persen dibandingkan April 2026. Penurunan tersebut terjadi ketika sejumlah komoditas pangan justru mengalami kenaikan cukup signifikan menjelang Hari Raya Iduladha.

Menurut Handoyo, tanpa adanya koreksi harga emas perhiasan, tingkat inflasi bulanan Sumenep berpotensi berada di level yang lebih tinggi dari capaian saat ini sebesar 0,16 persen.

Ia menjelaskan, pengaruh harga emas terhadap inflasi cukup besar karena masuk dalam kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Kelompok ini menjadi satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi selama Mei 2026.

Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tetap menjadi penyumbang utama inflasi akibat naiknya harga cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan minyak goreng.

Meski harga emas turun secara bulanan, Handoyo menegaskan bahwa secara tahunan nilai emas masih lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Karena itu, emas perhiasan tetap memberikan kontribusi terhadap inflasi tahunan Kabupaten Sumenep.

“Secara bulanan turun, tetapi secara tahunan harga emas masih lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.

BPS berharap kondisi pasar yang lebih stabil pada bulan-bulan mendatang dapat membantu menjaga inflasi tetap terkendali, terutama setelah berakhirnya momentum hari besar keagamaan yang biasanya memicu peningkatan permintaan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....