Hujan di Awal Musim Tanam, Petani Tembakau Sumenep Bersyukur

  • 12 Jun 2026 16:32 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep pada Jumat 12 Juni 2026, membawa berkah tersendiri bagi para petani tembakau. Di tengah musim kemarau dan dimulainya masa tanam tembakau, turunnya hujan menjadi kabar yang paling dinantikan karena membantu menyiapkan lahan sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman muda.

Sejak pagi, hujan turun dengan intensitas cukup tinggi di beberapa kecamatan. Air yang membasahi lahan pertanian membuat para petani merasa lebih tenang untuk memulai penanaman tembakau yang selama ini terkendala kondisi tanah kering akibat cuaca panas.

Bagi petani tembakau, awal musim tanam merupakan fase yang sangat menentukan. Bibit yang baru dipindahkan dari persemaian ke lahan membutuhkan kelembapan tanah yang cukup agar mampu beradaptasi dan tumbuh dengan baik. Karena itu, hujan yang datang di awal musim tanam dianggap sebagai anugerah yang dapat mengurangi risiko kematian tanaman.

Salah seorang petani tembakau asal Kecamatan Bluto, Wahyudi, mengaku bersyukur atas turunnya hujan tersebut. Menurutnya, selama beberapa pekan terakhir para petani menghadapi kesulitan akibat suhu udara yang cukup panas sehingga proses pertumbuhan tanaman menjadi kurang optimal.

"Alhamdulillah ada hujan. Ini mempercepat proses tumbuh kembang tembakau yang baru ditanam," kata Wahyudi, Jum'at 12 Juni 2026.

Ia menjelaskan, hujan yang turun saat ini sangat membantu petani, terutama dalam menjaga kelembapan tanah di lahan tegalan dan kawasan perbukitan yang menjadi sentra penanaman tembakau di Sumenep. Dengan kondisi lahan yang lebih basah, petani tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk penyiraman pada masa awal tanam.

Menurut Wahyudi, turunnya hujan juga mendorong semakin banyak petani untuk mulai menanam tembakau. Sebab, kondisi lahan yang sebelumnya kering kini lebih siap untuk ditanami sehingga proses tanam dapat berlangsung lebih cepat.

"Dengan adanya hujan, petani semakin semangat untuk menanam. Lahan tegal dan pegunungan sekarang sangat bagus karena sudah mendapat pasokan air. Ini momentum yang tepat untuk memulai musim tanam," ujarnya.

Selain faktor cuaca yang mendukung, optimisme petani juga didorong oleh harga tembakau yang relatif stabil dan menguntungkan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat petani yakin untuk kembali menanam tembakau dengan harapan memperoleh hasil panen yang baik.

"Harga tembakau dalam tiga tahun terakhir cukup bersahabat. Karena itu, kami lebih bersemangat menghadapi musim tanam tahun ini. Semoga cuaca terus mendukung dan hasil panen nanti sesuai harapan," ucapnya.

Bagi petani tembakau di Kabupaten Sumenep, hujan yang turun di tengah musim kemarau ini bukan sekadar fenomena cuaca. Lebih dari itu, hujan menjadi penanda awal harapan baru, saat musim tanam dimulai dan harapan akan panen yang melimpah kembali ditanam bersama setiap bibit yang masuk ke dalam tanah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....