Pertengkaran Rumah Tangga Wajar, tetapi Harus Dijalani dengan Adab

  • 22 Mei 2026 13:25 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Perbedaan pendapat dan pertengkaran dalam rumah tangga dinilai sebagai hal yang wajar terjadi dalam kehidupan keluarga. Namun, setiap konflik perlu dihadapi dengan cara yang baik sesuai adab dan nilai yang diajarkan dalam Islam.

Hal itu disampaikan Ustad Abd Mufid, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep. Menurutnya, keluarga merupakan tempat pertama seseorang belajar tentang kasih sayang, pengertian, dan kebersamaan, sehingga penyelesaian konflik juga perlu dilakukan dengan cara yang bijak.

Ia menjelaskan bahwa dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 34 dijelaskan adanya peran dan tanggung jawab yang harus dijalankan pasangan suami istri dalam kehidupan rumah tangga. Karena itu, perbedaan pendapat maupun potensi konflik tidak perlu ditakuti.

Menurutnya, pertengkaran dalam keluarga merupakan bagian dari dinamika rumah tangga yang menjadi keniscayaan dalam kehidupan pasangan suami istri.

Ustad Mufid juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa sebaik-baik seseorang adalah yang paling baik sikapnya terhadap keluarganya.

Saat terjadi konflik rumah tangga, ia menyebut ada tiga hal yang perlu dihindari oleh pasangan suami istri. Pertama, membuka aib pasangan. Menurutnya, menjaga kehormatan pasangan merupakan bagian penting dalam ajaran Islam dan berlaku bagi suami maupun istri.

Kedua, menghindari segala bentuk kekerasan, baik secara verbal maupun fisik. Ia menekankan pentingnya menjaga ucapan dan memperlakukan keluarga dengan cara yang baik.

Selanjutnya, pasangan juga diminta tidak membiarkan konflik berlangsung terlalu lama tanpa penyelesaian yang jelas. Menurutnya, persoalan yang dibiarkan berlarut-larut dapat memicu masalah yang lebih besar di kemudian hari.

Jika diperlukan, keluarga terdekat dapat dilibatkan sebagai penengah atau mediator agar konflik dapat diselesaikan secara baik.

Ustad Mufid juga mengajak pasangan suami istri untuk senantiasa bersabar, saling memaafkan, dan kembali mengingat tujuan awal pernikahan ketika menghadapi persoalan dalam rumah tangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....