Pasangan Muda Dominasi Perkara Perceraian di Sumenep

  • 16 Agt 2026 15:10 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Perkara perceraian di Kabupaten Sumenep banyak melibatkan pasangan muda, terutama mereka yang usia pernikahannya berada pada rentang lima hingga sepuluh tahun.

Humas Pengadilan Agama Sumenep, Achmad Kadarisman, mengatakan pasangan muda menjadi kelompok yang cukup dominan dalam perkara perceraian. Persoalan ekonomi menjadi salah satu faktor yang paling sering melatarbelakangi konflik rumah tangga.

Menurutnya, pasangan yang menikah pada usia relatif muda harus menghadapi berbagai konsekuensi kehidupan berumah tangga, termasuk tuntutan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Kalau di daerah, yang menikah memang usianya muda. Di bawah 25 tahun umumnya sudah menikah dan harus menghadapi segala konsekuensinya,” ujar Achmad.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut berbeda dengan masyarakat perkotaan yang pada usia di bawah 25 tahun masih banyak menjalani pendidikan atau memulai karier. Sementara itu, pasangan muda di daerah sudah harus mandiri dalam menjalankan kehidupan rumah tangga.

Achmad menilai persoalan menjadi semakin kompleks ketika kemampuan ekonomi suami belum memadai. Sebagian bekerja sebagai petani yang pendapatannya bergantung pada musim, sementara lainnya bekerja di sektor informal dengan penghasilan terbatas.

Selain persoalan ekonomi, konflik juga dapat dipicu persoalan tempat tinggal. Dalam sebagian masyarakat, terdapat kebiasaan suami mengikuti istri untuk tinggal bersama keluarga istri.Ketika suami telah memiliki rumah sendiri tetapi istri tidak bersedia meninggalkan orang tuanya, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi konflik rumah tangga.

“Tidak mau diboyong suami juga menjadi pemicu. Ada kebiasaan suami ikut istri, ketika suami sudah punya rumah sendiri tetapi istri tidak mau ikut. Itu bisa menjadi pemicu pertengkaran,” katanya.

Achmad menambahkan, sebagian besar perkara perceraian masih diajukan oleh pihak istri. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kesiapan pasangan, baik secara ekonomi maupun psikologis, sebelum dan selama menjalani kehidupan perkawinan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....