Keutamaan Empat Bulan Haram dalam Islam

  • 14 Mei 2026 14:31 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep : Dalam ajaran Islam, terdapat empat bulan istimewa yang dikenal dengan sebutan bulan haram. Kata “haram” bukan berarti terlarang untuk beraktivitas, melainkan bulan yang dimuliakan dan diagungkan oleh Allah SWT. Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan lebih menjaga diri dari perbuatan dosa serta memperbanyak amal saleh.

Empat bulan haram tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Tiga bulan berlangsung berurutan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, sedangkan Rajab berada sendiri di antara bulan Jumadil Akhir dan Sya’ban.

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36 bahwa jumlah bulan menurut Allah ada dua belas bulan, dan di antaranya terdapat empat bulan haram. Ayat ini menunjukkan bahwa kemuliaan bulan-bulan tersebut telah ditetapkan sejak penciptaan langit dan bumi.

Menurut Penyuluh Agama Kemenag Sumenep Romaiki Hafni dalam dialog bersama RRI, bulan haram memiliki kedudukan yang istimewa karena umat Islam diperintahkan untuk lebih menjaga diri dari segala bentuk dosa, maksiat, dan perbuatan zalim. "Para ulama menjelaskan bahwa dosa yang dilakukan pada bulan haram memiliki dampak yang lebih besar karena dilakukan pada waktu yang dimuliakan Allah SWT," ujarnya, Kamis 14 Mei 2026.

Sebaliknya, amal saleh yang dilakukan pada bulan haram juga memiliki nilai pahala yang lebih utama. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, dan memperbanyak istighfar agar semakin dekat kepada Allah SWT.

Bulan Muharram memiliki keutamaan tersendiri karena Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk menjalankan puasa sunnah, terutama puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Puasa tersebut dipercaya memiliki pahala besar dan dapat menjadi sarana penghapus dosa setahun yang lalu dengan izin Allah SWT.

Selain Muharram, bulan Dzulhijjah juga memiliki banyak keistimewaan karena di dalamnya terdapat ibadah haji, hari Arafah, Idul Adha, dan ibadah kurban. Sepuluh hari pertama Dzulhijjah bahkan disebut sebagai hari-hari terbaik untuk memperbanyak amal saleh dan ibadah. Sementara itu, Dzulqa’dah dan Rajab juga termasuk bulan yang dimuliakan. Kedua bulan ini menjadi waktu yang baik bagi umat Islam untuk menjaga akhlak, memperbaiki diri, serta mempersiapkan hati agar semakin taat kepada Allah SWT.

Keberadaan empat bulan haram mengajarkan umat Islam tentang pentingnya menghormati waktu yang dimuliakan Allah SWT. Dengan memperbanyak amal saleh dan menjauhi dosa selama bulan haram, seorang Muslim dapat meningkatkan keimanan serta memperoleh keberkahan dalam kehidupan dunia dan akhirat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....