Penyebab Stunting di Kangayan Didominasi Akses Layanan dan Gizi
- 20 Apr 2026 11:05 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Kasus stunting di Kabupaten Sumenep masih menjadi perhatian serius, meskipun secara umum angkanya menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah wilayah masih mencatat angka cukup tinggi, salah satunya Kecamatan Kangayan.
Data dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep mencatat, jumlah anak yang mengalami stunting di Kecamatan Kangayan mencapai sekitar 195 kasus. Tingginya angka tersebut tidak lepas dari berbagai faktor yang saling berkaitan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Sumenep, Desy Febryana, menjelaskan bahwa persoalan utama di wilayah tersebut berkaitan dengan keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan serta pola pengasuhan anak yang masih perlu ditingkatkan.
“Di Kangayan, tantangan utamanya ada pada akses pelayanan kesehatan yang belum maksimal dan pola asuh keluarga yang masih perlu diperkuat,” ujarnya. Senin, 20 April 2026.
Selain itu, stunting juga dipicu oleh kurangnya asupan gizi yang memadai, baik sejak masa kehamilan maupun setelah anak lahir. Kondisi kesehatan ibu hamil yang kurang optimal turut memengaruhi tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan.
“Tidak hanya soal gizi, faktor lain seperti infeksi berulang pada anak dan kondisi sanitasi yang kurang baik juga berkontribusi terhadap terjadinya stunting,” katanya.
Faktor ekonomi dan sosial masyarakat juga menjadi penyebab yang tidak kalah penting. Keterbatasan ekonomi berdampak pada kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi, sementara akses terhadap layanan kesehatan yang belum merata memperparah kondisi tersebut.
“Lingkungan dan kondisi sosial sangat berpengaruh, termasuk ketersediaan air bersih dan kualitas sanitasi yang masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Untuk menekan angka stunting, Dinkes P2KB terus mendorong upaya pencegahan sejak dini, mulai dari edukasi gizi bagi remaja, pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin, hingga pendampingan ibu hamil dan balita.
“Penanganan stunting harus dimulai dari hulu, dengan meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya gizi dan kesehatan sejak awal,”katanya.
Pemerintah daerah berharap, melalui penanganan yang lebih terfokus pada faktor penyebab, angka stunting di Sumenep, khususnya di wilayah kepulauan seperti Kangayan, dapat terus ditekan sehingga kualitas generasi mendatang semakin baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....