Usai Ramadhan, Konsistensi Ibadah Jadi Tantangan Umat

  • 04 Apr 2026 06:33 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Semangat ibadah yang meningkat selama bulan Ramadhan kerap mengalami penurunan setelah bulan suci berakhir. Fenomena ini menjadi perhatian dalam tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Darsin pada Sabtu, 4 April 2026.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Darsin menjelaskan bahwa menurunnya spirit Ramadhan merupakan hal yang umum terjadi di tengah masyarakat. Menurutnya, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kondisi tersebut.

“Salah satu penyebab utama adalah berubahnya suasana. Saat Ramadhan, lingkungan sangat mendukung untuk beribadah. Masjid ramai, orang berlomba-lomba dalam kebaikan. Setelah Ramadhan, suasana kembali normal sehingga semangat itu ikut menurun,” ujarnya.

Selain faktor lingkungan, kebiasaan baik yang telah dilatih selama Ramadhan juga sering tidak dipertahankan. Padahal, kebiasaan tersebut menjadi kunci dalam menjaga kualitas ibadah.

“Selama Ramadhan kita terbiasa shalat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, bahkan bangun malam. Tapi setelah itu, jika tidak dijaga, kebiasaan tersebut perlahan hilang,” kata dia.

Lebih lanjut, ia menyoroti kesibukan dunia sebagai alasan lain yang sering dijadikan pembenaran berkurangnya ibadah. Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada waktu, melainkan pada kemampuan mengelolanya.

“Banyak yang merasa sibuk setelah Idul Fitri, padahal sebenarnya bukan tidak ada waktu, tetapi kurang pandai mengatur waktu antara urusan dunia dan akhirat,” jelasnya.

Ustadz Darsin juga menilai bahwa sebagian orang beribadah hanya karena momentum Ramadhan, bukan atas kesadaran pribadi. Hal ini membuat semangat ibadah mudah luntur ketika Ramadhan berakhir.

“Ada yang semangat ibadah karena suasana Ramadhan. Ketika suasana itu hilang, motivasinya juga ikut hilang. Ini yang perlu kita perbaiki,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya istiqamah atau konsistensi dalam beribadah sebagai kunci menjaga spirit Ramadhan tetap hidup sepanjang tahun.

“Dalam Islam, amalan yang paling dicintai adalah yang dilakukan terus-menerus walaupun sedikit. Jadi jangan menunggu Ramadhan untuk rajin ibadah,” tuturnya.

Menurutnya, Ramadhan seharusnya menjadi sarana latihan bagi umat Muslim untuk membentuk kebiasaan baik yang berkelanjutan.

“Kalau setelah Ramadhan ibadah kita tetap berjalan meski tidak sebanyak sebelumnya, itu tanda keberhasilan. Tapi kalau langsung berhenti, berarti kita perlu evaluasi diri,” imbuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....