Tiga Siswa SMAN 1 Bluto Juara FLS3N

  • 14 Mei 2026 21:22 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep : Tiga siswa SMAN 1 Bluto berhasil meraih juara pertama dalam ajang FLS3N 2026 tingkat kabupaten. Prestasi tersebut diraih oleh Aira Meidita Putri pada cabang monolog, Vega Nafis Al Hasan pada lomba desain poster, dan Arina Fatika Mayda pada cabang cipta puisi.

Keberhasilan ketiga siswa itu menjadi bukti bahwa kreativitas dan kemampuan seni pelajar di Kabupaten Sumenep terus berkembang. Mereka juga mengaku melalui proses latihan dan persiapan yang tidak singkat sebelum tampil di ajang FLS3N 2026.

Aira Meidita Putri, siswi kelas 10 yang menjadi juara monolog, membawakan naskah bertema lingkungan hidup. Dalam penampilannya, ia mengangkat isu kerusakan hutan akibat penebangan pohon dan pentingnya menjaga kelestarian alam.

“Monolognya tentang lingkungan yang mulai rusak karena banyak penebangan pohon. Di dalam cerita itu juga mengajak masyarakat untuk mempertahankan hutan kembali,” ujar Aira, Kamis, 14 Mei 2026

Aira mengaku tantangan terbesar dalam lomba monolog adalah mendalami karakter dalam satu penampilan. Ia harus memerankan beberapa tokoh berbeda dalam satu cerita.

“Kami harus bisa jadi beberapa karakter dalam satu tubuh, seperti nenek-nenek atau bapak-bapak. Jadi benar-benar harus menjiwai,” katanya.

Sementara itu, Vega Nafis Al Hasan berhasil menjadi juara pertama lomba desain poster dengan mengangkat tema dampak positif dan negatif media sosial. Inspirasi desain tersebut muncul dari pengalamannya bermain game dan melihat interaksi sosial di dunia digital.

“Di media sosial maupun game itu ada sisi positif dan negatif. Positifnya bisa mencari teman dan eksplorasi bersama, tapi ada juga sisi negatif seperti predator di live chat yang menyasar anak di bawah umur,” kata Vega.

Vega mengatakan dirinya mulai tertarik pada dunia desain sejak duduk di bangku SMP. Awalnya ia menyukai gambar manual sebelum belajar desain digital menggunakan aplikasi.

“Awalnya suka gambar tradisional di kertas, lalu mulai belajar desain digital sejak kelas 1 SMP,” ucapnya.

Di cabang cipta puisi, Arina Fatika Mayda mengangkat tema budaya lokal Sumenep. Puisinya banyak terinspirasi dari kekayaan budaya daerah seperti keris dan kerapan sapi.

“Tema puisinya tentang menumbuhkan karakter bangsa melalui seni budaya. Saya memasukkan budaya Sumenep seperti keris dan kerapan sapi ke dalam puisi,” ujar Arina.

Ia mengaku ide puisi sering muncul secara spontan ketika sedang berada di perjalanan.

“Kadang kalau naik motor atau di jalan tiba-tiba muncul ide. Kalau tidak langsung ditulis biasanya hilang,” katanya.

Prestasi ketiga siswa tersebut juga mendapat dukungan penuh dari sekolah melalui pembinaan dan dispensasi waktu latihan menjelang perlombaan. Pendamping lomba dari sekolah menyebut siswa dipilih berdasarkan potensi dan konsistensi mereka dalam kegiatan seni maupun kompetisi sekolah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....