175 Penyuluh Agama IPARI Sumenep Tanam Seribu Pohon Avokado di Asta Bhujuk Pongken

  • 22 Mei 2026 15:39 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Sumenep menggelar aksi peduli lingkungan bertajuk “Gerak Batin Ekoteologis” dalam rangka memperingati Hari Jadi IPARI ke-3, Jumat 22 Mei 2026.

Kegiatan dipusatkan di kawasan wisata religi Bukit Pongkeng atau Asta Bhujuk Pongkeng Syekh Arif Muhammad, Desa Pakandangan Sangrah, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep beserta jajaran, serta melibatkan sebanyak 175 penyuluh agama lintas iman dari 27 kecamatan di wilayah daratan maupun kepulauan Sumenep.

Ketua PD IPARI Kabupaten Sumenep Moh. Halili, S.Ag., M.H. menyampaikan, persoalan lingkungan saat ini menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari misi dakwah dan penyuluhan keagamaan.

Ia menegaskan, kegiatan Gerak Batin Ekoteologis merupakan bentuk panggilan iman yang diwujudkan dalam tindakan nyata untuk menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari nilai teologi dan ibadah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pendekatan spiritual dan edukatif melalui Istighotsah Ekoteologi serta Taushiyah Ekoteologi. Setelah itu, peserta melakukan aksi bersih-bersih lingkungan di sekitar kawasan makam.

Puncak kegiatan ditandai dengan peluncuran Gerakan Menanam 1.000 Pohon Cinta melalui penanaman perdana lebih dari 300 bibit pohon avokado secara simbolis oleh Kepala Kantor Kemenag Sumenep bersama unsur kecamatan, Koramil, Polsek, organisasi keagamaan LPBI-NU Sumenep, hingga PMII UPI Sumenep.

Bibit yang ditanam merupakan varietas avokado unggulan produktif berukuran besar, di antaranya Aligator, Miki, Red Vietnam, dan Markus atau Kendil, yang memiliki potensi buah mencapai berat hingga 1,5 kilogram per buah.

Sementara bibit lainnya akan didistribusikan secara bertahap untuk ditanam di 27 kecamatan oleh para penyuluh sesuai wilayah tugas masing-masing.

Seluruh pelaksanaan kegiatan, termasuk pengadaan ribuan bibit pohon avokado, disebut dibiayai secara mandiri melalui alokasi kas IPARI Sumenep tanpa dukungan bantuan eksternal.

Melalui perpaduan nilai spiritual dan kepedulian lingkungan, IPARI Sumenep berharap kegiatan tersebut dapat mengajak masyarakat lebih aktif menjaga kelestarian alam demi keberlangsungan generasi mendatang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....