Harga Cabai Rawit Picu Inflasi Bulanan Sumenep

  • 07 Mar 2026 11:28 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Selain inflasi tahunan yang cukup tinggi, Kabupaten Sumenep juga mencatat kenaikan harga secara bulanan pada Februari 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi month to month (mtm) pada bulan tersebut mencapai 1,08 persen.

Angka tersebut meningkat sekitar 0,34 persen dibandingkan inflasi pada Januari 2026. Bahkan, tren inflasi bulanan tahun ini tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama dalam tiga tahun terakhir.

Kepala BPS Sumenep, Handoyo Wijoyo, menjelaskan bahwa penyumbang utama inflasi bulanan kali ini mulai didominasi oleh komoditas pangan.

“Cabai rawit menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan dengan andil 0,25 persen, kemudian daging ayam ras sebesar 0,12 persen, serta sigaret kretek mesin sebesar 0,06 persen,” katanya. Sabtu 7 Maret 2026.

Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit diduga dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni adanya serangan hama yang memengaruhi produksi serta meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan.

“Indikasinya karena serangan hama dan meningkatnya permintaan menjelang Ramadan, sementara pasokan tidak sebanding dengan kebutuhan,” ujarnya.

Dengan tren inflasi yang cukup tinggi, perhatian publik kini tertuju pada langkah pengendalian harga menjelang Ramadan. Pada periode tersebut, konsumsi rumah tangga biasanya meningkat sehingga berpotensi mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas di pasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....