Tren Gangguan Jiwa Meningkat Drastis

  • 10 Feb 2026 12:47 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Kepala Puskesmas Pamolokan Sumenep, Drg. Novia Sri Wahyuni, mengungkapkan adanya kenaikan tren gangguan kesehatan jiwa yang luar biasa sejak tahun 2023. Pihaknya kini mewajibkan skrining kesehatan jiwa bagi seluruh pasien yang datang, mulai dari kategori usia anak-anak hingga lansia.

Layanan pemeriksaan gratis ini telah terintegrasi dalam program pemerintah, khususnya bagi ibu hamil dan calon pengantin.

"Dari 2023 sampai saat ini peningkatannya drastis," katanya saat menjelaskan data kunjungan pasien dalam program Sumenep Menyapa di RRI, Selasa 10 Februari 2026.

Novi menjelaskan, gejala ketidaksehatan mental seringkali muncul dalam bentuk keluhan fisik seperti mata merah, kelelahan, hingga vertigo. Keluhan nyeri pada bagian leher, tangan, dan kaki juga menjadi indikator awal yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.

Namun menurut Novi, penanganan kesehatan mental siswa di sekolah bukan hanya menjadi tanggung jawab guru semata. Pihak puskesmas aktif menjalin kerja sama dengan orang tua dan organisasi profesi psikologi untuk menangani kasus pada remaja.

Meskipun puskesmas di Sumenep belum memiliki tenaga psikolog tetap, koordinasi rujukan ke spesialis jiwa di rumah sakit tetap berjalan lancar. Pasien akan diarahkan melalui konselor internal sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut dari dokter spesialis.

Fasilitas di Puskesmas Pamolokan telah dilengkapi dengan penanggung jawab kesehatan jiwa serta dokter khusus yang siap melayani warga.

 "Semua terbuka untuk masyarakat melalui media sosial dan situs web resmi kami," katanya.

Inovasi kesehatan jiwa yang diluncurkan sejak tahun lalu diharapkan mampu menekan angka gangguan mental di wilayah kerja puskesmas. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan dini demi mencegah kondisi psikologis yang lebih berat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....