Madura Masih Didominasi Cuaca Kemarau

  • 05 Jun 2026 15:30 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan wilayah Madura masih berada dalam periode musim kemarau. Kondisi tersebut ditandai dengan dominasi angin timur hingga tenggara yang bertiup cukup konsisten sehingga menyebabkan cuaca cenderung cerah pada siang hari dan lebih dingin pada malam hingga dini hari.

Kepala BMKG Trunojoyo Sumenep Ari Widjajanto menjelaskan, meskipun terdapat sedikit perlambatan angin akibat interaksi antara daerah bertekanan rendah dan tekanan tinggi di sekitar Pulau Jawa bagian barat, pengaruhnya tidak terlalu signifikan terhadap kondisi cuaca di Madura.

"Hingga beberapa hari ke depan, angin timur-tenggara masih bertiup tanpa gangguan berarti. Karena itu, kondisi cuaca masih menunjukkan karakteristik musim kemarau, yaitu malam hari terasa dingin dan siang hari cukup panas dengan tutupan awan yang relatif sedikit," ujarnya.

BMKG juga mencatat suhu muka laut di kawasan Indonesia bagian timur hingga utara Pulau Jawa masih tergolong hangat. Kondisi tersebut berpotensi mendukung pembentukan awan konvektif apabila terjadi gangguan atau perlambatan angin dalam beberapa waktu ke depan.

"Perlu diingat bahwa suhu muka laut masih hangat. Jika sewaktu-waktu terjadi perlambatan angin, maka dapat memicu pertumbuhan awan konvektif. Namun saat ini peluang terjadinya hujan akibat awan konvektif masih relatif kecil," katanya.

Meski cuaca cenderung cerah, BMKG mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk tetap waspada terhadap peningkatan tinggi gelombang. Angin yang bertiup cukup kencang dan berlangsung secara terus-menerus berpotensi menyebabkan gelombang laut meningkat.

"Angin yang konsisten di perairan dapat meningkatkan tinggi gelombang sehingga berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran maupun nelayan yang menggunakan perahu kecil," ucapnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini guna mengantisipasi potensi risiko yang dapat muncul selama musim kemarau berlangsung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....