Antusiasme Petasan Ramadhan, Risiko Tetap Mengintai Warga

  • 03 Mar 2026 20:17 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Petasan kerap menjadi bagian dari suasana bulan Ramadhan di berbagai daerah. Suaranya yang keras dianggap menambah semarak malam hari setelah berbuka puasa maupun saat menunggu sahur. Namun, penggunaannya, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa, perlu dipahami dari sisi manfaat tradisi serta risikonya.

Di sejumlah wilayah, suasana malam Ramadhan tampak semarak dengan bunyi petasan yang dinyalakan warga. Tradisi tersebut biasanya dilakukan usai berbuka puasa atau menjelang sahur sebagai bentuk ekspresi kegembiraan menyambut bulan suci.

Terlihat antusiasme anak-anak membeli berbagai jenis petasan berukuran kecil. Sebagian orang dewasa pun turut menyalakan petasan dengan pengawasan. Meski demikian, aspek keamanan tetap menjadi perhatian bersama.

Bhabinkamtibmas Desa Tanah Merah, Aiptu Rahman Darsono, mengingatkan masyarakat agar tidak berlebihan dalam penggunaan petasan. “Selain berpotensi menimbulkan kebakaran dan cedera, suara ledakan juga dapat mengganggu kenyamanan warga yang sedang beristirahat maupun menjalankan ibadah,” ujarnya, Rabu 4 maret 2026.

Ia menambahkan, pemerintah daerah mengimbau para orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anak serta menghindari penggunaan petasan berdaya ledak tinggi. Masyarakat juga didorong mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan positif seperti tadarus Al-Qur’an, berbagi takjil, serta mempererat tali silaturahmi.

Pantauan RRI di sejumlah titik permukiman menunjukkan sebagian remaja memilih menyalakan petasan di lapangan terbuka guna mengurangi risiko kebakaran. Namun, masih ditemukan kelompok anak-anak yang bermain petasan di gang sempit tanpa pengawasan orang tua, sehingga berpotensi membahayakan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....