Cara Mengatasi Bau Mulut di Bulan Ramadan, Ada Alternatifnya!

  • 26 Feb 2026 21:28 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep Bau mulut menjadi salah satu keluhan yang sering muncul saat menjalankan ibadah puasa. Kondisi ini dapat mengurangi rasa percaya diri dan kenyamanan dalam berinteraksi sosial.

Dewan Penasehat Persatuan Dokter Gigi Indonesia Cabang Sumenep sekaligus dokter gigi spesialis periodonsia di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, drg. Yenniy Ismullah, Sp. Perio, menjelaskan bau mulut saat puasa umumnya dipicu perubahan pola makan dan produksi air liur.

“Bau mulut saat puasa terutama disebabkan oleh kurangnya asupan makanan dan menurunnya produksi air liur di rongga mulut,” ucapnya kepada RRI, Kamis, 26 Februari 2026.

Penyebab Bau Mulut Saat Puasa

Bau mulut saat puasa dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni kurangnya asupan makanan dan berkurangnya produksi air liur.

Saat seseorang tidak makan dalam waktu lama, tubuh akan menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi. Proses pemecahan lemak tersebut menghasilkan senyawa keton yang dapat menimbulkan aroma tidak sedap pada napas.

Selain itu, produksi air liur juga menurun karena tidak adanya asupan makanan dan minuman selama berjam-jam. Padahal, air liur berfungsi membersihkan sisa makanan dan menghambat pertumbuhan bakteri di rongga mulut. Ketika jumlah air liur berkurang, mulut menjadi kering dan bakteri lebih mudah berkembang.

Peran Air Putih Saat Sahur dan Berbuka

Air putih berperan penting dalam menjaga kelembapan mulut dan mencegah dehidrasi selama puasa. Kecukupan cairan membantu mempertahankan produksi air liur sehingga rongga mulut tidak terlalu kering.

Minum air putih secara teratur saat sahur, berbuka, dan malam hari dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh sekaligus mengurangi risiko bau mulut selama berpuasa.

“Air putih sangat penting untuk menjaga kelembapan mulut dan membantu tubuh tetap terhidrasi setelah seharian berpuasa,” ujarnya.

Alternatif Alami Mengatasi Bau Mulut

Beberapa langkah alami dapat dilakukan untuk membantu mengatasi bau mulut selama bulan Ramadan.

Pertama, rutin menyikat gigi dua kali sehari, yakni setelah sahur dan sebelum tidur. Kebersihan mulut yang terjaga dapat mencegah penumpukan sisa makanan yang menjadi sumber bakteri.

Kedua, membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi dan menggunakan obat kumur sesuai anjuran dokter gigi bila diperlukan. Langkah ini membantu membersihkan area yang tidak terjangkau oleh sikat gigi.

Ketiga, menghindari konsumsi makanan berbau tajam seperti jengkol, petai, durian, serta makanan beraroma kuat lainnya, baik saat sahur maupun berbuka, karena dapat memicu bau mulut.

Keempat, mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis. Kandungan gula yang menempel di permukaan gigi dapat menjadi tempat berkembangnya kuman dan bakteri jika tidak dibersihkan dengan baik.

Kelima, menghentikan kebiasaan merokok. Rokok dapat menyebabkan aroma mulut tidak sedap, membuat mulut dan bibir kering, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan gigi dan gusi.

Cukupi Konsumsi Air dan Perbanyak Buah serta Sayur

Konsumsi air putih yang cukup perlu disesuaikan dengan aktivitas dan kebutuhan harian, terutama saat sahur, berbuka puasa, dan sebelum tidur. Teh dan kopi tidak dianjurkan dikonsumsi saat sahur karena kandungan kafein dapat mempercepat rasa haus.

Selain itu, memperbanyak konsumsi buah dan sayur juga membantu menjaga kesegaran napas. Serat pada buah dan sayur berfungsi sebagai pembersih alami yang membantu mengangkat sisa makanan di permukaan gigi.

Buah dengan kandungan air tinggi seperti semangka, melon, jeruk, stroberi, pir, nanas, mentimun, dan air kelapa dianjurkan untuk dikonsumsi guna membantu menjaga kelembapan rongga mulut.

“Dengan menjaga pola makan, asupan cairan, dan kebersihan mulut, bau mulut saat puasa dapat dikurangi secara signifikan,” katanya menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....