Tradisi Berbagi dan Doa Bersama Sambut Ramadan di Tanjung Kiaok

  • 18 Feb 2026 20:35 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Menjelang datangnya bulan suci, suasana Desa Tanjung Kiaok, Pulau Sepanjang, Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep terasa berbeda. Aroma masakan dari dapur-dapur warga mulai semerbak sejak pagi, menandai tradisi turun-temurun yang selalu dilakukan setiap menyambut Ramadan.

Di desa kepulauan itu, Ramadan tidak hanya disambut dengan persiapan ibadah, tetapi juga dengan kebersamaan. Warga menyiapkan nasi, lauk-pauk, dan aneka jajanan untuk diantarkan ke rumah tetangga dan masjid. Hidangan tersebut bukan sekadar makanan, melainkan simbol kepedulian dan jalinan silaturahmi.

Menjelang sore, jalan-jalan kecil desa menjadi lebih ramai. Warga saling berkunjung sambil membawa wadah berisi makanan. Senyum dan sapaan hangat mengiringi setiap langkah, menciptakan suasana akrab yang jarang ditemui di tempat lain.

“Di Desa Tanjung Kiaok, tradisi menyambut Ramadan dilakukan dengan berbagi makanan ke tetangga dan masjid. Warga mengantar nasi, lauk, dan jajanan ke rumah-rumah sekitar,” tutur salah seorang warga, Revi Mariska Saputri, Rabu, 18 Februari 2026.

Bagi masyarakat setempat, tradisi ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Berbagi hidangan menjadi cara sederhana untuk memastikan tidak ada tetangga yang merasa sendiri dalam menyambut bulan suci. Nilai kebersamaan terasa nyata dalam setiap bingkisan yang diantar.

Setelah rangkaian berbagi selesai, warga berkumpul di masjid desa. Lantunan doa bersama menggema, menghadirkan suasana khusyuk yang menyatukan hati dan harapan. Ramadan pun disambut dengan kesiapan spiritual yang lebih mendalam.

Doa bersama tersebut menjadi peneguh niat sekaligus ruang mempererat hubungan sosial. Di tengah keterbatasan wilayah kepulauan, masjid menjadi pusat pertemuan, tempat masyarakat saling menguatkan dan berbagi cerita.

Tradisi ini menunjukkan bahwa bagi masyarakat Tanjung Kiaok, Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, melainkan momentum memperkuat persaudaraan. Nilai gotong royong dan kebersamaan tetap terjaga, diwariskan dari generasi ke generasi sebagai identitas yang melekat pada masyarakat kepulauan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....