Revitalisasi Nilai-Nilai Sya’ban dalam Kehidupan Muslim Modern
- 06 Feb 2026 18:11 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang banyak dilupakan dan melewatkan begitu saja tanpa ada kesadaran meningkatkan amal ibadah di dalamnya. Bulan Sya’ban yang penuh kebaikan ini, hadir sebagai oase spiritual bagi muslim dan muslimat, bagaimana kita mampu menumbuhkan kesadaran dalam diri untuk menyambut bulan suci Ramadhan.
| Baca juga: Pentingnya Istikamah dalam Ibadah |
Rasulullah SAW menyatakan di dalam salah satu hadist tentang bagaimana pentingnya bulan Ramadhan untuk kita sambut kedatangannya. Beliau menyatakan, Sya’ban merupakan bulan dimana mayoritas manusia lalai dan melupakannya sebab bulan Sya’ban berada diantara dua bulan mulia yakni Rajab dan Ramadhan. Di bulan Sya’ban ini segala cacatan amal kita akan dilaporkan kepada Allah SWT. Dan Rasulullah bersabda sangat senang jika amalnya dilaporkan saat beliau berpuasa. Artinya bahwa Rasulullah SAW mengajarkan pada kita ummatnya agar kita betuL-betul mleahirkan kesadaran dalam diri untuk memperbanyak ibadah dan pengabdian serta ketaaan kepada Allah SWT agar lebih siap menghadapi bulan Ramadhan.
Hal tersebut dijelaskan oleh ustad Amirul Khatib, Penyuluh Agama Islam kantor Kemenag Sumenep. Menurutnya, ada empat hal yang bisa dilakukan untuk merevitalisasi nila-nilai bulan Sya’ban dalam kehidupan muslim modern dalam rangka menyambut bulan Ramadhan. Pertama, merevitalisasi nilai spiritual. Artinya, bulan Sya’ban ini kembali hadir bersama Allah SWT. Bagaimana bulan Sya’ban ini menjadi momen muhasabah kita untuk memperbanyak nilai-nilai ibadah kepada Allah SWT. Sehingga bulan ini menjadi pengantar agar kita memperbanyak amal ibadah pada bulan Ramadhan.
| Baca juga: Puasakan Ego di Bulan Ramadan |
Revitalisasi selanjutnya, menurut ustad Amirul Khatib adalah revitalisasi ibadah kita kepada Allah SWT. Jika selama ini kita sudah disibukkan dengan bermacam aktivitas dunia dan materi maka pada bulan Sya’ban ini saatnya kita kembali ladi pada Allah SWT dengan memperbanyak membaca istighfar, kembali membaca dan mencintai Al Qur’an, sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta ibadah lainnya. Sehingga dengan memperbanyak amal ibadah di bulan ini, tidak ada terasa berat saat menyambut bulan Ramadhan nanti.
| Baca juga: Penyuluh Agama Ajak Berpuasa Sepenuh Hati |
Revitalisasi ketiga adalah revitalisasi akhlaq dan sosial. Sya’ban merupakan bulan dimana kita harus mampu memperbaiki hubungan sosial, memperbanyak silaturrahmi dan sodaqoh. Jika ada hubungan kita yang kurang baik atau bahkan retak dengan keluarga, tetangga, kerabat dan teman, maka bulan Sya’ban ini merupakan kesempatan agar kita dapat memperbaikinya, menata kembali supaya bulan Sya’ban ini menjadi bulan yang benar-benar suci, bernilai dan berkualitas.
Ustad Amirul Khatib menjelaskan revitalisasi terakhir adalah managemen kehidupan. Artinya bulan Sya’ban juga mengajarkan kita bagaimana menata ulang kehidupan, waktu dan energi untuk fokus mendekatkan diri dan memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. Tidak lagi disibukkan oleh urusan dunia sehingga ketika bulan Ramadhan tiba, nantinya akan menjadi bulan dimana kita mengisinya dengan ibadah-ibadah yang berkualitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....