Wajik Gula Merah Tetap Jadi Kue Tradisional Favorit Keluarga Indonesia
- 04 Agt 2026 07:54 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep- Wajik gula merah menjadi salah satu kue tradisional yang hingga kini masih digemari masyarakat Indonesia. Kue berbahan dasar beras ketan ini memiliki cita rasa manis legit dengan tekstur kenyal yang khas, sehingga tetap diminati di tengah banyaknya pilihan jajanan modern.
Untuk membuat wajik gula merah, bahan yang diperlukan antara lain 500 gram beras ketan putih, 300 gram gula merah yang telah disisir, 150 gram gula pasir, 500 mililiter santan kental, dua lembar daun pandan, dan setengah sendok teh garam. Bahan-bahan sederhana tersebut mampu menghasilkan kue tradisional dengan cita rasa yang autentik.
Proses pembuatannya diawali dengan merendam beras ketan selama beberapa jam sebelum dikukus hingga setengah matang. Selanjutnya, ketan dimasak bersama campuran santan, gula merah, gula pasir, daun pandan, dan garam hingga seluruh cairan meresap ke dalam ketan.
Setelah itu, adonan dikukus kembali hingga matang dan bertekstur pulen. Wajik kemudian diaduk sampai lengket dan mengilap, lalu dipadatkan ke dalam loyang. Setelah dingin, wajik dipotong sesuai selera dan siap disajikan sebagai teman minum teh maupun kopi bersama keluarga.
Seorang ibu rumah tangga di pakandangan Sumenep Nur Aini, mengatakan bahwa wajik gula merah masih menjadi camilan favorit keluarganya karena rasanya yang khas dan mengingatkan pada masakan orang tua dahulu. "Saya sering membuat wajik saat ada acara keluarga atau ketika ingin menyajikan camilan tradisional. Anak-anak juga suka karena rasanya manis, legit, dan teksturnya kenyal. Yang paling penting, gunakan santan segar dan gula merah berkualitas agar hasilnya lebih harum dan nikmat," katanya, Selasa 4 Agustus 2026.
Menurut Nur Aini, melestarikan kue tradisional seperti wajik gula merah merupakan salah satu cara menjaga kekayaan kuliner Nusantara agar tidak kalah dengan makanan modern. Ia berharap generasi muda ikut belajar membuat jajanan tradisional sehingga resep warisan leluhur tetap terjaga dan terus dinikmati oleh masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....