"Doomscrolling", Kebiasaan "Scroll" yang Diam-Diam Menguras Pikiran
- 28 Jul 2026 05:03 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Awalnya hanya ingin melihat satu berita. Namun, jari terus menggulir layar hingga puluhan menit, bahkan berjam-jam. Berita buruk, konflik, bencana, dan berbagai informasi yang memicu kekhawatiran terus dikonsumsi tanpa jeda. Kebiasaan ini dikenal sebagai doomscrolling.
Doomscrolling merupakan kebiasaan mengonsumsi informasi negatif secara berlebihan melalui media sosial atau platform digital. Seseorang dapat terus mencari kabar terbaru karena merasa takut melewatkan informasi penting. Ironisnya, semakin banyak informasi yang dibaca, rasa cemas tidak selalu berkurang.
Cleveland Clinic menjelaskan doomscrolling dapat meningkatkan stres dan kecemasan. Kebiasaan ini juga dapat mengganggu tidur, terutama ketika dilakukan pada malam hari. Paparan informasi yang memicu emosi membuat pikiran tetap aktif ketika tubuh seharusnya mulai beristirahat.
Dampaknya sering terasa dalam aktivitas sehari-hari. Seseorang bisa lebih sulit berkonsentrasi, merasa pikirannya penuh, mudah gelisah atau tidur lebih larut karena terus mengikuti perkembangan informasi. Hubungan antara kecemasan dan gangguan tidur juga telah banyak diteliti. Cleveland Clinic menyebut keduanya dapat saling memperburuk, sehingga membentuk siklus yang sulit diputus.
Kebiasaan ini dapat dikurangi dengan menetapkan batas waktu penggunaan media sosial, mematikan notifikasi yang tidak penting, serta menghindari konsumsi berita negatif menjelang tidur. Cleveland Clinic juga menyarankan pengguna memperhatikan respons tubuh dan emosinya saat scrolling. Jika mulai merasa tegang, cemas, atau tidak nyaman, itu dapat menjadi tanda untuk berhenti sejenak.
Mengikuti perkembangan berita tetap penting. Namun, terus-menerus mencari informasi buruk tidak selalu membuat seseorang lebih siap menghadapi keadaan. Memberi jeda dari layar, melakukan aktivitas lain, dan membatasi waktu membaca berita dapat membantu menjaga pikiran tetap tenang.
Doomscrolling menunjukkan bahwa kebiasaan kecil di depan layar dapat memengaruhi kondisi emosional dan waktu istirahat. Karena itu, mengatur kapan harus berhenti scrolling menjadi bagian penting dari cara menjaga kesehatan mental di tengah arus informasi yang tidak pernah berhenti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....