Gen Z Mulai Menolak Promosi, Benarkah Tidak Ingin Jadi Bos?

  • 28 Jul 2026 05:05 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Bagi banyak pekerja, kenaikan jabatan sering dianggap sebagai tanda keberhasilan dalam karier. Namun, sebagian generasi muda mulai melihat promosi dengan cara berbeda. Mendapat posisi lebih tinggi tidak selalu dianggap sebagai hadiah, terutama jika jabatan tersebut berarti lebih banyak tekanan, tanggung jawab dan waktu yang tersita.

Fenomena ini dikenal sebagai conscious unbossing. Istilah tersebut menggambarkan keputusan pekerja untuk tidak mengejar posisi manajerial atau kepemimpinan secara sengaja. Mereka tetap ingin berkembang dalam karier, tetapi tidak selalu ingin menjadi atasan bagi orang lain.

Keputusan tersebut tidak selalu berarti seseorang tidak memiliki ambisi. Sebagian pekerja justru ingin mengembangkan keahlian, mendapatkan penghasilan yang lebih baik, atau memiliki pekerjaan yang lebih bermakna tanpa harus mengelola tim. Jalur karier sebagai spesialis menjadi salah satu pilihan yang semakin dipertimbangkan.

Menurut survei Robert Walters terhadap profesional Gen Z di Inggris, 52 persen responden mengaku tidak ingin menjadi manajer tingkat menengah. Sebanyak 72 persen lebih memilih jalur karier individual yang berfokus pada pengembangan keahlian dibandingkan mengelola orang lain. Sementara itu, 69 persen menilai posisi manajemen tingkat menengah memiliki tingkat stres tinggi dengan imbalan yang dianggap rendah.

Salah satu alasan yang sering muncul adalah beban kerja dan tanggung jawab yang mengikuti posisi manajerial. Seorang manajer tidak hanya bertanggung jawab terhadap pekerjaannya sendiri, tetapi juga perlu mengelola tim, menyelesaikan konflik, mengambil keputusan, dan menghadapi tekanan dari berbagai arah.

Perubahan pandangan ini juga menunjukkan bahwa ukuran kesuksesan dalam bekerja mulai bergeser. Bagi sebagian Gen Z, karier yang baik tidak selalu berarti naik ke posisi tertinggi. Fleksibilitas, keseimbangan hidup, kesehatan mental, dan kesempatan untuk tetap memiliki waktu di luar pekerjaan juga menjadi pertimbangan.

Namun, tidak semua pekerja Gen Z menolak posisi kepemimpinan. Sebagian mungkin hanya menunda promosi hingga merasa siap atau menunggu tawaran yang sesuai dengan tujuan mereka. Pada akhirnya, memilih menjadi manajer atau tetap menjadi spesialis merupakan keputusan karier yang sangat personal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....