Kota Ramah Pejalan Kaki, Investasi Murah untuk Masyarakat yang Lebih Sehat
- 15 Jun 2026 12:36 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Berjalan kaki mungkin terlihat sebagai aktivitas sederhana. Namun, di berbagai kota di dunia, kebiasaan ini semakin mendapat perhatian karena terbukti berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, konsep kota ramah pejalan kaki semakin banyak dikembangkan. Kehadiran trotoar yang layak, jalur pedestrian yang terhubung, ruang terbuka hijau, hingga akses mudah menuju fasilitas publik menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi warga.
Kota yang mendukung aktivitas berjalan kaki memberi lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk bergerak setiap hari. Aktivitas sederhana seperti berjalan menuju tempat kerja, sekolah, halte, pasar, atau pusat layanan publik dapat membantu menjaga kebugaran tubuh tanpa harus menyediakan waktu khusus untuk berolahraga.
Tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, berjalan kaki juga berpengaruh terhadap kesehatan mental. Lingkungan yang nyaman dan aman memungkinkan masyarakat lebih sering berinteraksi dengan lingkungan sekitar, menikmati ruang publik serta mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor untuk perjalanan jarak dekat.
Manfaat tersebut didukung oleh berbagai penelitian kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut aktivitas fisik rutin, termasuk berjalan kaki, berperan penting dalam mencegah dan mengendalikan penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, hingga beberapa jenis kanker. Aktivitas fisik juga membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan serta meningkatkan kualitas hidup.
Temuan serupa disampaikan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat. Lembaga tersebut menyatakan aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dapat menurunkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke, diabetes tipe 2 serta membantu menjaga kesehatan mental dan kualitas tidur.
| Baca juga: Jalan Kaki di Pedesaan Tingkatkan Imun Tubuh |
Selain manfaat kesehatan, budaya berjalan kaki juga berdampak positif terhadap lingkungan. WHO menilai berjalan kaki merupakan salah satu bentuk mobilitas aktif yang murah, mudah diakses dan berkelanjutan. Ketika lebih banyak perjalanan pendek dilakukan dengan berjalan kaki, penggunaan kendaraan bermotor dapat berkurang sehingga membantu menekan kemacetan, meningkatkan kualitas udara dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Meski demikian, mewujudkan kota yang ramah bagi pejalan kaki tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur. Kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia juga menjadi faktor penting. Trotoar yang nyaman akan memberikan manfaat maksimal apabila digunakan sesuai fungsinya sebagai ruang mobilitas yang aman dan inklusif.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan dan kualitas lingkungan perkotaan, keberadaan ruang yang mendukung aktivitas berjalan kaki menjadi investasi jangka panjang yang relatif murah. Bukan hanya memudahkan perjalanan sehari-hari, tetapi juga membantu menciptakan masyarakat yang lebih sehat, aktif, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....