Status KLB Campak Sumenep Resmi Dicabut
- 29 Des 2025 10:28 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep: Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur resmi mencabut status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Pencabutan tersebut tertuang dalam surat keputusan Bupati Sumenep yang terbit pada 18 Desember.
Dengan terbitnya keputusan tersebut, Kabupaten Sumenep dinyatakan sudah tidak lagi berstatus KLB campak setelah sebelumnya sempat mengalami peningkatan kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, membenarkan pencabutan status KLB tersebut.
"Per tanggal 18 Desember sudah terbit SK pencabutan, artinya saat ini Kabupaten Sumenep sudah tidak lagi berstatus Kejadian Luar Biasa campak," kata Achmad Syamsuri saat dikonfirmasi, Senin (29/12/2025).
Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa pencabutan status KLB tidak membuat upaya pengendalian penyakit menjadi longgar. Dinas Kesehatan tetap menjalankan langkah-langkah pencegahan secara berkelanjutan.
"Langkah kami terkait pencabutan SK KLB itu tetap melaksanakan kegiatan imunisasi rutin dan terus dimaksimalkan," ujarnya.
Menurut Syamsuri, imunisasi rutin menjadi kunci utama dalam mencegah munculnya kembali kasus campak di masyarakat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak. Selain imunisasi, Dinas Kesehatan P2KB Sumenep juga terus mengintensifkan kegiatan surveilans terpadu untuk memantau perkembangan penyakit menular.
"Surveilans terpadu ini dilakukan dalam rangka memantau perkembangan penyakit. Kalau ada potensi atau pusat penyakit, bisa segera diantisipasi sedini mungkin," jelas Syamsuri.
Ia menambahkan, pemantauan yang ketat menjadi langkah penting agar tidak terjadi kembali lonjakan kasus yang dapat memicu status KLB. Syamsuri juga mengimbau masyarakat untuk tetap mendukung program kesehatan pemerintah, khususnya dengan memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.
Dengan pencabutan status KLB campak ini, pemerintah daerah berharap kondisi kesehatan masyarakat Sumenep semakin stabil dan kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....