Campak Masih Mengintai, Edukasi dan Imunisasi Perlu Diperkuat

  • 15 Apr 2026 12:11 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Penanganan penyakit campak di lingkungan keluarga membutuhkan pemahaman yang tepat serta peran aktif tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi secara berkelanjutan kepada masyarakat. Hal ini menjadi penting mengingat kasus campak di sejumlah wilayah masih ada sehingga memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Dosen Fakultas Kesehatan Universitas Wiraraja Sumenep Dian Yunitasari mengatakan masih adanya keraguan masyarakat terhadap imunisasi campak menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan di lapangan. Kondisi tersebut membuat upaya sosialisasi harus dilakukan dengan berbagai pendekatan yang lebih efektif dan menyentuh langsung masyarakat.

Menurutnya, selain melalui penyuluhan formal, tenaga kesehatan juga mulai melibatkan mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan untuk ikut serta dalam edukasi. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya di tingkat desa.

“Mahasiswa ini nantinya adalah calon bidan dan tenaga kesehatan yang akan turun langsung ke masyarakat. Mereka diharapkan mampu memberikan edukasi yang benar terkait campak dan pentingnya imunisasi,” katanya, Rabu 15 April 2026.

Ia menjelaskan, pendekatan door to door dinilai menjadi salah satu metode yang paling efekti karena dapat berinteraksi langsung dengan ibu yang memiliki balita. Dian menekankan pentingnya mengenali gejala campak sejak dini seperti demam tinggi, sehingga dalam kondisi ini orang tua diimbau untuk segera melakukan langkah penanganan sederhana di rumah.

“Yang pertama dilakukan adalah menurunkan panas anak, misalnya dengan kompres menggunakan air hangat. Selain itu, anak juga harus diberikan cairan yang cukup agar tidak mengalami dehidrasi,” ucapnya.

Setelah itu, orang tua dapat memberikan obat penurun panas yang aman untuk balita, sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Penanganan ini bertujuan untuk membantu meredakan gejala awal sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.

“Jika sudah muncul ruam merah, ibu tidak perlu panik. Yang terpenting adalah tetap menjaga kondisi anak, memastikan asupan cairan cukup, dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika diperlukan,” ujarnya mengakhiri.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....